#
Main Hall BEI, Jakarta. Foto : EN

Dana Asing Terus Masuk Meski IHSG Melemah Lagi

 

 

Emitennews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Pada penutupan perdagangan hari ini (23/05) indeks turun 18,832 poin (0,328 persen) ke level 5.730,613 dan indeks LQ45 berkurang 1,64 poin (0.17 persen) menjadi 959,21.

Perdagangan saham hari ini berlangsung cukup ramai. Dari sisi volume mencapai 10,660 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 323.104 kali atau senilai Rp 7,367 triliun. Dari total 10 indeks saham sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya ada dua yang berhasil menguat hari ini. Keduanya adalah indeks sektor manufacturing yang naik 0,26 persen dan indeks sektor consumer goods yang naik 1,07 persen.

Meski IHSG melemah, investor asing justru melanjutkan aksi beli hari ini. Pembelian bersih oleh investor asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 229,5 miliar sehingga secara kumulatif atau year to date sejak awal tahun sampai hari ini tercatat capital inflow ke pasar saham sebesar Rp 28,821 triliun.

Bursa saham unggulan di Asia ditutup beragam hari ini. Indeks Composite Shanghai turun 0,45 persen dan indeks Nikkei 225 turun 0,33 persen. Sebaliknya indeks Straits Times naik 0,28 persen dan indeks Hang Seng naik tipis 0,05 persen.

Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan melihat dari masih terjadinya capital inflow, pola gerak IHSG masih menunjukkan peluang kenaikan yang cukup besar. ”Capital inflow sejak Januari yang begtu besar menunjukkan bahwa minat investasi yang masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia ditunjang oleh fundamental perekonomian yang bagus,” tuturnya, sore ini (23/05).

Peluang koreksi wajar yang mungkin masih bisa terjadi dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian. Sebab, kata dia, IHSG masih berada dalam kondisi uptrend jangka panjang.

Analis PT Reliance Securities, Rio Adrianus, menyebut peningkatan rating Indonesia menjadi investment grade masih membawa sentiment positif. Goldman Sachs memerkirakan upgrade rating itu dapat menarik dana segar dari asing mencapai USD 5 miliar.

”Di sepanjang tahun ini, dana asing yang sudah masuk obligasi Negara berjumlah USD 6,32 miliar,” ujarnya, hari ini.

Obligasi Negara tenor panjang mengalami kenaikan tertinggi pada penutupan kemarin sebagai respon positif atas rating layak investasi Indonesia. ”Tren penguatan berpotensi berlanjut walaupun kenaikan suku bunga The Fed jadi dilakukan bulan depan sesuai rencana awal seiring dengan penambahan dana asing yang masuk,” ulasnya.

Dari global, sentiment negatif datang dari aksi pengeboman di Manchester, Inggris, yang menelan korban jiwa sebanyak 19 orang.

Padahal pada akhir pekan kemarin, presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan dengan pemimpin Israel sebagai kelanjutan kampanye anti teroris. Pertemuan berlangsung di Arab Saudi.

 

 

Check Also

Gandeng Petronas, AKR Corporindo (AKRA) Dirikan Cucu Usaha Bidang Perdagangan Bahan dan Kimia Dasar

EmitenNews.com– PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melalui anak usaha yaitu PT. AKR Niaga Indonesia dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: