#
(Foto:Rizky)

Dana Kelolaan Ashmore Asset Management (AMOR) Naik 14 Persen Jadi Rp22,79 Triliun di Semester I-2020
Ronaldus Gandahusada Direktur Utama perseroan menambahkan,“Di satu tahun terakhir ini, pasar modal dunia telah mengalami guncangan cukup besar disebabkan oleh keadaan pandemi Covid-19, namun pendekatan investasi kami yang aktif telah menghasilkan kinerja investasi yang lebih baik di triwulan terakhir di tahun buku 2019/2020.

EmitenNews.com- Total dana kelolaan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mengalami kenaikan 14.2 persen atau sebesar Rp2,84 triliun selama periode triwulan IV 2019/2020 yang berakhir pada 30 Juni 2020 menjadi Rp22,79 triliun yang disebabkan oleh kenaikan kinerja investasi sebesar Rp2,84 triliun dan arus dana yang tidak berubah banyak.

Dalam laporan dana kelolaan yang di sampaikan oleh perseroan kepada BEI Selasa (14/7/2020) disebutkan, kinerja investasi mengalami kenaikan di periode triwulan IV mengikuti kenaikan pasar modal Indonesia yang disebabkan oleh sambutan positif investor terhadap upaya pemerintahan dalam menghadapi perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

Baca juga: Listing Perdana, Saham PT Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR) Langsung Naik 50 Persen

 

Kinerja investasi pun lebih baik dibandingkan dengan indeks acuan khususnya untuk tema investasi saham, hal yang lumrah terjadi setelah pasar modal mengalami periode volatilitas yang tinggi dimana pendekatan investasi AMOR yang berpusat pada filosofi aktif dan disiplin menambah bobot risiko berhasil mendapatkan potensi kenaikan di jangka panjang.

Baca juga: Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR) Targetkan Dana Kelolaan Naik Hingga 70 Persen di 2020

 

Secara menyeluruh, arus dana tidak berubah banyak di triwulan IV, dengan arus masuk di investasi saham yang diimbangi oleh arus keluar di investasi pendapatan tetap dan lainnya. Hal ini mencerminkan kinerja defensif dari tema investasi pendapatan tetap di tahap awal pandemi, sementara tema investasi saham mendapat keuntungan dengan kembalinya minat terhadap aset dengan risiko yang lebih tinggi.

Ronaldus Gandahusada Direktur Utama AMOR menjelaskan, di satu tahun terakhir ini, pasar modal dunia telah mengalami guncangan cukup besar disebabkan oleh keadaan pandemi Covid-19, namun pendekatan investasi kami yang aktif telah menghasilkan kinerja investasi yang lebih baik di triwulan terakhir di tahun buku 2019/2020. Walaupun pemulihan dari level terendah yang terjadi pada bulan Maret 2020 telah terjadi, masih ada potensi berlanjutnya pemulihan baik untuk pasar modal maupun dana kelolaan AAMI yang masih belum kembali ke level sebelum krisis terjadi, dengan indeks saham masih berada 23% dibawah posisi Juni 2019.

Prioritas AMOR di dua triwulan terakhir adalah terus memastikan kesehatan dan kesejahteraan para karyawan baik secara fisik maupun psikis. Budaya yang tertanam di AMOR yang berdasarkan kerjasama antar anggota tim, dan dengan diberlakukannya transisi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara terbatas di Jakarta, maka AAMI pada pertengahan Juni 2020, telah mengimplementasikan secara berhati-hati, pembagian lokasi bekerja antara bekerja di kantor dan bekerja dari rumah secara bergantian.

“Walaupun situasi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya, kami masih mempercayai bahwa staf AMOR memiliki cukup banyak pengalaman dalam mengelola investasi termasuk di masa ketika pasar mengalami volatilitas yang tinggi. Kami terus meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola risiko baik dari sisi manajemen investasi dan dari sisi operasional sehingga ketika terjadi perbaikan ekonomi, AMOR dapat meraih kinerja yang baik untuk para investor.” tutup Ronaldus Gandahusada (Rizki)

Check Also

Beli Harga Rp5.600 Per Saham, Bos Bank Mandiri (BMRI) Tambah Kepemilikannya Jadi 1,529 Juta Lembar Setara 0,00327 Persen

EmitenNews.com – Direktur  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rico Usthavia Frans telah menambah kepemilikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: