#
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mendatangi Secapa AD di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2020). Andika mengecek langsung kondisi para siswa Secapa AD yang terinfeksi virus corona. (Dok. Kompas).

Dari Bisul Pengganggu Terungkaplah 1.262 Orang di Secapa TNI AD Bandung Terinfeksi Corona
Fakta itulah yang terungkap dalam penjelasan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dari live streaming akun YouTube TNI AD, Sabtu (11/7/2020)

EmitenNews.com – Bisul yang mengganggu kesehatan seorang anggota TNI AD menjadi pembuka kasus infeksi virus corona yang menjangkiti 1.262 orang di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD di Bandung, Jawa Barat. Fakta itulah yang terungkap dalam penjelasan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dari live streaming akun YouTube TNI AD, Sabtu (11/7/2020).

Jenderal Andika mendatangi Secapa AD, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu itu. Menantu mantan Kepala BIN Jenderal Purn. AM Hendropriyono itu, untuk memantau kondisi para siswa yang dinyatakan positif Covid-19. Andika mengawali kunjungannya dengan menanyakan kondisi dari para siswa yang terinfeksi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19.

Selanjutnya Andika menjelaskan, kasus corona di Secapa terungkap dari pemeriksaan dua siswa. Awalnya, keduanya ke rumah sakit untuk memeriksakan penyakit bisul dan masalah tulang belakang. “Jadi, yang dikeluhkan bukan soal pernapasan, tetapi justru kalau tidak salah ada bisul, ya seperti infeksi.  Satu lagi masalah tulang belakang.”

Dari pemeriksaan ditemukan bahwa dua siswa tersebut positif Covid-19. Komandan Secapa AD saat itu juga langsung menghubungi Andika. KSAD kemudian memerintahkan siapapun yang berinteraksi dengan dua siswa itu agar diakukan rapid test. Jadi sejak awal seluruh pejabat utama TNI Angkatan Darat sudah memberikan perhatian dan dukungan kepada para siswa Secapa.

“Saya kirim rapid test kit ke semua dan seterusnya mengalami. Itu berarti seluruh pejabat utama TNI Angkatan Darat sudah ikut memberikan perhatian dan dukungan ke rekan-rekan semua,” ujar mantan Pangkostrad itu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Jawa Barat, Berli Hamdani menuturkan, pihaknya menerima laporan kasus positif di Secapa AD itu, 2 Juli 2020, atau tiga hari setelah penyelidikan epidemiologi selesai dilakukan pada 29 Juni 2020. Saat itu, kata Berli baru ada tujuh kasus positif yang dilaporkan. Penyelidikan epidemiologi kedua dilakukan pada 7 Juli 2020.

“Tetapi dari 2 Juli sampai 9 Juli kita sebenarnya sudah bisa memprediksi angkanya akan sangat meningkat dengan cepat,” kata Berli.

Pada 9 Juli 2020, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan kasus positif corona di Secapa AD berjumlah 1.262 orang. Itu berarti melonjak berkali-kali lipat dari laporan awal yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Angka kasus positif Secapa AD menyebabkan jumlah kasus positif baru mencapai rekor tertinggi, yakni sebanyak 2.657 orang, Kamis (8/7/2020). Menurut Yurianto, penambahan tinggi di wilayah Gubernur Ridwan Kamil itu,  didapatkan dari klaster Secapa AD. Hal itu sesuai penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni lalu secara berturut-turut. ***

 

Check Also

Meski Bertambah di Bawah 4 Ribuan Penderita Selasa Ini, Kasus Covid-19 di Indonesia Tetap Tinggi
Selasa, 20 Oktober 2020 kasus infeksi virus corona bertambah 3.602 orang. Alhasil total penderita covid-19 di Tanah Air saat ini mencapai 368.842 orang

EmitenNews.com – Masih terjadi penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di tengah-tengah masyarakat. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: