#
foto: ist

Dari Laba Jadi Rugi, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Sewajarnya Kena Suspensi

EmitenNews – Perubahan signifikan dari semula menuai laba bersih menjadi rugi bersih menjadi bukti bahwa aktivitas perdagangan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) seharusnya dihentikan sementara (suspensi).

Bahkan semestinya suspensi dilakukan sejak jatuhnya hukuman dan perintah perbaikan laporan keuangan GIAA dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Juni 2019. Hal tersebut demi kepentingan investor dan perusahaan itu sendiri.

”Ini membuktikan adanya informasi yang menyesatkan dan uncertainty (ketidakpastian). Sewajarnya disuspensi,” Ketua Asosiasi Alumni Doktor Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) Tito Sulistio menanggapi hasil pengkajian ulang laporan keuangan GIAA yang dinilai bermasalah, Jumat (26/07).

Maka, Tito yang merupakan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) 2015 – 2018 itu bersikukuh sejak awal menyarankan regulator untuk melakukan suspensi atas saham maskapai plat merah tersebut.

Baca Juga:  Tito Sulistio: Ada Ketidakpastian, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Seharusnya Disuspensi

Faktanya, setelah dilakukan restatementalias pengkajian ulang laporan keuangan periode setahun penuh 2018, GIAA tercatat menderita rugi bersih sebesar USD175 juta. Setara sekitar Rp2,45 triliun.

Sebaliknya, ketika kali pertama diumumkan atau sebelum jatuh sanksi dari OJK, GIAA mengumumkan laporan keuangannya pada periode tersebut positif. Meraih laba bersih sebesar USD5 juta. Setara sekitar Rp699 miliar.

Fakta berlawanan arah tersebut, menurutnya, tentu saja menyesatkan bagi pasar. Investor yang semula apresiasi berubah 180 derajat seiring dengan fakta restatement itu.(*)

Check Also

Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Catat Kenaikan Laba 29,78 Persen

EmitenNews.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pertumbuhan laba periode berjalan yang dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *