#
PT PLN (Persero) menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) berupa pembebasan rekening minimum sebagai bagian dari pemberian stimulus ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. (Dok. Serambi Jambi).

Di Tengah Pandemi Covid-19, PT PLN (Persero) Siapkan Mekanisme Pemberian Stimulus Tarif Tenaga Listrik
Insentif ekonomi ini diberikan bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1.300 VA ke atas. Jika pemakaian di bawah kWh minimum, cukup membayar sesuai kWh

EmitenNews.com – Kabar baik bagi pelanggaran listrik pemerintah di tengah pandemi covid-19. PT PLN (Persero) menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) berupa pembebasan rekening minimum sebagai bagian dari pemberian stimulus ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Biaya minimum adalah perhitungan energi minimum selama 40 jam dalam kurun waktu satu bulan yang dibayarkan pelanggan.

Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (31/7/2020), Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan, insentif ini diberikan bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1.300 VA ke atas. Jadi, apabila pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, cukup membayar sesuai pemakaian kWh.

Dengan demikian, bagi ketiga jenis golongan pelanggan tersebut, apabila pemakaian listriknya di bawah 40 jam dalam satu bulan, tidak perlu membayarkan biaya rekening minimum. Selain itu, stimulus ini juga diberikan bagi pelanggan Sosial daya 220 VA sd 900 VA, Pelanggan Bisnis dan Industri daya 900 VA berupa pengurangan biaya beban.

Terakhir, pembebasan penerapan ketentuan jam nyala minimum diterapkan bagi pelanggan golongan layanan khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Melalui stimulus TTL tersebut, pelanggan hanya perlu membayar sesuai pemakaian riil. Selisih dari Rekening Minimum atau Jam Nyala Minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta Biaya Beban menjadi stimulus yang dibayar Pemerintah.

“Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember Tahun 2020,” kata Bob.

Bob menyebutkan, stimulus pemerintah ini diberikan untuk meringankan beban pelanggan menghadapi pandemi Covid-19. “Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban.”

Akibat pandemi covid-19, Pemerintah memutuskan memperluas subsidi listrik dengan meringankan abonemen listrik bagi pelanggan listrik PLN untuk sektor sosial, bisnis, dan industri senilai Rp3 triliun. Terdiri atas Rp285,9 miliar untuk pengguna listrik sosial, Rp1,3 triliun untuk pengguna bisnis, dan Rp1,4 triliun untuk indistri.

Ketua Komite Kebijakan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah meringankan beban pelanggan PLN dengan memberikan subsidi pada tagihan listrik untuk pemakaian listrik minimum atau abonemen. ***

 

Check Also

PLN Jawab Keluhan Masyarakat atas Lonjakan Tagihan, Dipastikan tidak ada Kenaikan Tarif
PLN akan bertanggung jawab jika tagihan listrik terlalu tinggi dan tidak sesuai pemakaian pelanggan. Kelebihan bayar dari pelanggan akan memotong tagihan di bulan berikutnya

EmitenNews.com – Keluhan masyarakat atas lonjakan tagihan listrik di tengah pandemi covid-19 dijawab PT PLN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: