#
Ilustrasi pelaku UMKM. Untuk membuat Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan baru, Bank Indonesia telah meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 sejak Mei 2019. BSPI 2025 adalah panduan arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bidang sistem pembayaran pada era digital. (Dok. Jabar Ekspres Online).

Digitalisasi Kunci Tumbuhkan Bisnis Sektor Informal di Masa New Normal
Gubernur Bank Indonesia: QRIS kami kampanyekan. Sektor informal yang memakai pembayaran digital kami masukkan jadi sektor formal. Sekarang 3,7 juta merchant sudah teregister

EmitenNews.com – Digitalisasi kunci untuk menumbuhkan bisnis sektor informal atau UMKM di masa new normal. Pada era kenormalan baru, manajemen digital seperti pengadopsian model bisnis dan model keuangan (pembayaran) diprediksi mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak Mei 2019 BI telah meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 untuk membuat UMKM jadi sumber pertumbuhan baru.

“Berbagai managemen digital sangat penting. Kami melihat ekonomi kerakyatan, yang sering kita sebut sektor informal, potensinya sangat besar. Sebanyak 67,5 juta UMKM kalau kita lakukan kebijakan yang afirmatif, bisa jadi sumber pertumbuhan baru,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam webinar Kafegama, Senin (6/7/2020).

Untuk membuat Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menjadi sumber pertumbuhan baru, Bank Indonesia telah meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 sejak Mei 2019. BSPI 2025 adalah panduan arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bidang sistem pembayaran pada era digital. Tujuannya mendukung pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

“Kami dorong sistem pembayaran digital, QRIS kami kampanyekan. Sektor informal yang memakai pembayaran digital kami masukkan jadi sektor formal. Sekarang 3,7 juta merchant sudah teregister,” kata Perry.

Sementara itu Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta menuturkan, prospek ekonomi Indonesia yang masih terlihat lebih baik dibanding negara lain salah satunya didukung oleh digitalisasi. Untuk bertahan di masa new normal, kata dia, UMKM perlu mengambil peluang dengan digitalisasi, meski biasanya peluang diikuti dengan berbagai risiko.

Menurut Filianingsih, digitalisasi memungkinkan terjadinya mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga menjadi solusi relevan di masa new normal. Digitalisasi menjadi kunci. “Sektor informal menjadi new source of growth. Dia merasuki semua sendi kehidupan. Mengubah pola transaksi kita.”

Sebelumnya, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengatakan, tengah fokus meningkatkan penyaluran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM. Di antaranya menggelar koordinasi dengan perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait percepatan penyaluran program untuk pemberdayaan pelaku usaha UMKM.

Mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air kesulitan mengakses manfaat KUR, sehingga kelangsungan bisnis terancam setelah mengalami gagal bayar karena permintaan turun. Penyaluran KUR dalam waktu dekat sangat diperlukan untuk menyelamatkan sektor UMKM dari risiko kebangkrutan. Hal ini juga dalam rangka upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak buruk pandemi Covid-19.

“Salah satu problem UMKM, itu akses pembiayaan. Jadi kita dorong kemudahan mengakses pembiayaan,” ujar Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki. ***

 

Check Also

Ini Penyebab Rendahnya Total Nilai Kredit Modal Kerja UMKM yang Dijaminkan dalam Program PEN
Dirut Jamkrindo Rudi Anto: rendahnya capaian tersebut karena pemilihan dan penempatan jaminan pada bank pelaksana diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan

EmitenNews.com – Ini penyebab rendahnya total nilai kredit modal kerja UMKM yang dijaminkan perusahaan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: