#

DKI Jakarta Kembali Berlakukan Ganjil-Genap Mulai Senin, 3 Agustus 2020
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo: kebijakan ini ditempuh agar warga masyarakat hanya melakukan perjalanan penting untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan

EmitenNews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan aturan pembatasan kendaraan dengan pelat nomor (ganjil-genap) mulai Senin (3/8/2020). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan kebijakan ini ditempuh agar warga masyarakat hanya melakukan perjalanan penting untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di jalan.
“Harapannya, masyarakat tidak melakukan perjalanan yang enggak penting. Misalnya nomor ganjil, lebih baik tetap di rumah. Dengan pola ini, diharapkan volume lalu lintas turun dan paling utama adalah gak ada penumpukan di pusat-pusat kegiatan atau tempat keramaian,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7/2020).
Rencananya kebijakan ganjil-genap itu kembali diterapkan pada 25 ruas jalan dengan periode waktu pagi pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-21.00 WIB mulai Senin, 3 Agustus 2020.
Syafrin mencatat volume lalu lintas kendaraan di ruas jalan ibu kota lebih meningkat tajam selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Bahkan di beberapa ruas, volume kendaraan saat PSBB masa transisi lebih tinggi dibandingkan masa normal sebelum ada pandemi COVID-19.
“Dari hasil analisa kami, ternyata volume lalu lintas itu sekarang mendekati, bahkan di beberapa titik pemantauan itu, volumenya sudah di atas normal sebelum pandemi,” katanya.
Tingginya volume lalu lintas selama PSBB masa transisi ini, menjadi salah satu alasan Pemprov DKI kembali memberlakukan pembatasan kendaraan dengan mekanisme plat ganjil genap di beberapa ruas jalan protokol.
“Dengan dihapusnya SIKM (Surat Izin Keluar Masuk), Pemprov DKI enggak memiliki lagi instrumen pembatasan pergerakan orang. Sekarang yang diaktivasi adalah dengan ganjil genap,” katanya lagi.
Selain untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Syafrin mengatakan, penerapan ganjil genap ini bisa menjadi instrumen untuk membatasi pergerakan masyarakat di masa pandemi COVID-19. “Harapannya, dengan pola ini, volume lalu lintas turun dan paling utama adalah enggak ada penumpukan di pusat-pusat kegiatan atau keramaian.” *

Check Also

Akhir Juli 2020, Cadangan Devisa Indonesia USD135,1 Miliar
Posisinya setara dengan pembiayaan 9,0 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor

EmitenNews.com – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2020 sebesar USD135,1 miliar. Terjadi peningkatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: