#
Ilustrasi pesawat Garuda. Dana segar PEN yang sudah dianggarkan pemerintah sejak awal 2020 ini, disiapkan agar korporasi tetap dapat bertahan di tengah pandemi virus corona. Anggaran sebesar itu bakal diberikan kepada beberapa BUMN; PT Garuda Indonesia Rp8,5 triliun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Rp3,5 triliun, PT PTPN Rp4 triliun, Krakatau Steel Rp3 triliun, dan Perumnas Rp0,65 triliun. (Dok, Merah Putih).

DPR Setujui Dana Talangan Rp8,5 Triliun untuk PT Garuda Indonesia (GIAA)
"Dana pinjaman pemerintah kepada BUMN diberikan berbentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) dalam jangka 3 tahun," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima

EmitenNews.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan mendapat dana talangan Rp8,5 triliun dari pemerintah. Rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyetujui  pemberian dana talangan, pencairan utang pemerintah kepada BUMN dan penyuntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Garuda Indonesia. Persetujuan yang sama untuk PT Krakatau Steel Rp3 triliun.

“Dana pinjaman pemerintah kepada BUMN diberikan berbentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) dalam jangka 3 tahun,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima saat memimpin rapat, Kamis (16/7/2020).

Untuk PT Krakatau Steel, dana yang didapatkan untuk memberikan relaksasi di industri hilir dan industri pengguna. Untuk Garuda, dana akan dipakai dalam menyokong kinerja perusahaan yang terimbas Covid-19.

Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menambahkan, belum ada keputusan final mengenai pemberian dana pinjaman ini. Namun, mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2020, pasal 11 menyebutkan pemerintah punya 3 pilihan menyalurkan dana yaitu pemberian PNM, investasi dari pemerintah, dan pemberian jaminan.

Dari UU tersebut terbitlah PP 63 Tahun 2020 untuk investasi dari pemerintah. Sebagai contoh, nantinya PT SMI (Persero) menjadi BUMN di bawah Kementerian Keuangan memberikan dana pinjaman ke KAI dan membeli MCB Garuda Indonesia.

“Jadi itu step loan dan ini belum final, masih proses. Harapannya BUMN di bawah Kementerian BUMN dan BUMN di bawah Kementerian Keuangan bisa dilakukan business-to-business. Ini prosesnya masih berjalan terus, nanti kalau sudah ada skemanya kami laporkan,” ujarnya.

Seperti diketahui terdapat 3 BUMN lain yang diajukan untuk mendapatkan dana talangan. Yaitu PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Perum Perumahan Nasional (Perumnas). Namun, 3 BUMN ini tercatat 100 persen milik pemerintah sehingga digolongkan menjadi penerima Penanaman Modal Nasional (PMN).

Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dikabarkan dibelit kesulitan keuangan. Direktur Utama Irfan Setiaputra mengungkapkan, masih negatifnya arus kas maskapai pelat merah yang dipimpinnya itu. Cash flow perseroan hanya USD14,5 juta. Parahnya lagi flag carrier Indonesia itu, dihadapkan pada pinjaman bank dan utang usaha senilai Rp18,2 triliun.

“Pinjaman bank sebanyak USD1,3 miliar (setara Rp18,2 triliun), utang usaha USD905 juta. Total utang usaha dan pinjaman bank per 1 Juli 2020 sebesar USD2,2 miliar,” ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2020). ***

 

Check Also

Ini Kiat PT Kereta Api Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona
Dalam situasi normal kereta api bisa mengangkut 1,3 juta penumpang sehari, 1,1 juta untuk commuter line, dan 200 ribu oleh KA jarak jauh. Sekarang situasinya sangat terpengaruh

EmitenNews.com – Ini kiat PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertahan di tengah pandemi virus corona …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: