#
Benny Tjokro alias Bentjok. (Dok. Indopolitika).

Empat Terdakwa Kasus Jiwasraya Divonis Seumur Hidup, Bagaimana Pantasnya Hukuman untuk Bentjok dan Heru
Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat: hukuman pidana penjara empat terdakwa cukup maksimal. Untuk Benny Tjokro dan Heru Hidayat, dari sisi penyitaan aset harus jauh lebih besar

EmitenNews.com – Berapa hukuman yang pantas untuk dua tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokro alias Bentjok dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Sidang Bentjok, dan Heru dihentikan sementara karena keduanya sakit. Empat terdakwa lainnya sudah dihukum vonis seumur hidup, dan kena denda. Bentjok, dan Heru dinilai harus mendapat hukuman lebih berat.

Kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/10/2020), Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat berpendapat, hukuman pidana penjara atas empat terdakwa tersebut dinilai sudah cukup maksimal. Untuk terdakwa Benny Tjokro dan Heru Hidayat, kata dia seharusnya dari sisi penyitaan aset harus jauh lebih besar. Karena keduanya, memiliki peran besar yang menyebabkan PT Asuransi Jiwasraya menelan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun.

“Pelaku pasar menunggu bagaimana vonis Heru dan Benny, masalahnya ada di dua orang ini. Intinya yang kita tunggu, harapan kita, jangan cuma vonis sama, tapi juga harta disita, atau bayar denda [yang lebih besar], kerugian negara tidak main-main, ini bukan lagi korupsi biasa,” kata Teguh Hidayat dalam keterangannya yang dikutip Rabu (14/10/2020).

Dengan hukuman maksimal atas kedua terdakwa tersebut nantinya bisa menjadi peringatan keras dan memberi efek jera agar pelaku di industri pasar modal tidak main-main. Apalagi, kasus Jiwasraya juga merembet ke kasus lain seperti Asabri yang kerugiannya mencapai Rp10 triliun.

“Ini kerugian puluhan triliun dan melibatkan pasar modal secara keseluruhan. Vonis harus yang seberat-beratnya,” katanya lagi.

Seperti diketahui Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/10/2020) malam, menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada empat terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Mereka, mantan Direktur Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

“Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer, (kedua) menjatuhkan terhadap terdakwa pidana seumur hidup. Ketiga, memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim ketua Susanti dalam sidang yang digelar secara virtual itu.

Sebelumnya, Hary dan Joko dituntut hukuman seumur hidup dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum. Hendrisman dituntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dua terdakwa lainnya, yaitu Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, belum menjalani sidang tuntutan. Pasalnya, keduanya terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus diisolasi.

Jaksa menilai para terdakwa telah terbukti melakukan korupsi di BUMN asuransi jiwa itu, Asuransi Jiwasraya. Perbuatan mereka dinilai telah membuat negara mengalami kerugian Rp16,8 triliun.

Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan meminta hakim memberikan deadline untuk melanjutkan sidang tuntutan terhadap dua terdakwa, Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Proses sidang tuntutan terhadap Benny dan Heru ditunda karena keduanya terinfeksi virus corona. Politikus PDI Perjuangan itu, meminta hakim memastikan, Benny dan Heru menderita sakit serius atau tidak. Harus ada ukuran jelas dalam melanjutkan proses persidangan.

“Hakim harus punya deadline. Kecuali mereka pakai ventilator berarti serius, namun hakim bisa memberikan jaksa membacakan tuntutan dan vonis tanpa Bentjok dan temannya itu hadir. Diukur saja soal alasan kemanusiaan ini.” kata Trimedya Panjaitan, Selasa (13/10/2020). ***

 

Check Also

Tuntutan Jaksa Kasus Jiwasraya, Penjara Seumur Hidup untuk Heru Hidayat
Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dinilai terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara Rp16,807 triliun

EmitenNews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Retno Liestyanti juga menuntut Heru Hidayat hukuman penjara seumur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: