#
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melihat jumlah perusahaan negara terlalu banyak. Karena itu, ia berencana mengurangi jumlah BUMN. Caranya, menggabungkannya, dan menutup perusahaan milik negara yang berkinerja negatif. (Dok. Medcom).

Erick Thohir Yakin, dengan Jumlah yang Ramping Kinerja BUMN akan Lebih Baik Lagi
Menteri BUMN melihat jumlah perusahaan negara terlalu banyak. Ia berencana menguranginya. Caranya, menggabungkan, dan menutup  yang berkinerja negatif

EmitenNews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melihat jumlah perusahaan negara terlalu banyak. Karena itu, pendiri Mahaka Group ini berencana mengurangi jumlah BUMN. Caranya, menggabungkannya, dan menutup perusahaan milik negara yang berkinerja negatif. Dengan jumlah yang ramping, kinerja BUMN diharapkan lebih baik lagi.

“Harus dikurangi, jumlah BUMN terlalu banyak. Harus diperbaiki bisnis intinya, harus dimerger atau ditutup, tidak bisa berdiri sendiri semua karena terlalu banyak,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir kepada pers, di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dengan perampingan, kata Erick, diharapkan kinerja BUMN dapat lebih fokus, dan mendorong kinerja perusahaan negara menjadi lebih baik, sehingga terbuka penciptaan lapangan pekerjaan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan, visi Presiden Joko Widodo menciptakan lapangan kerja. “Jangan nanti BUMN punya anak usaha, hanya untuk menggemukkan diri dan diisi kroni-kroni oknum.”

Menteri Erick Thohir juga menyinggung jabatan BUMN mestinya dipenuhi kalangan profesional, terutama generasi muda, bukan diisi oleh pensiunan, sehingga tidak sesuai visi Presiden Jokowi. Ia mengharapkan orang-orang profesional, yang sesuai keahliannya, bukan karena hasil lobi-lobi.

“Mohon maaf, saya bukan antiorang tua, saya tetap apresiasi. Tetapi, kalau BUMN diisi oleh pensiunan (sudah tua), sedangkan 58 persen penduduk Indonesia kaum muda, berarti kan tidak buka lapangan kerja,” kata Erick.

Dalam benak Erick Thohir, tiga hal yang harus dimiliki Direksi BUMN, yakni akhlak baik, loyalitas, dan solid bekerja sama. Akhlak perlu untuk menjaga amanah. Ketika dikasih kesempatan memimpin, akhlaknya dulu harus baik. Kedua, punya loyalitas. Kalau tidak loyal, tidak usah di BUMN. Lalu, tidak ‘keminter’, suka akal-akalan. “Saya tidak perlu orang pintar. Yang penting solid bekerja sama, gotong royong supaya semua pinter.”

Erick mengungkapkan, telah banyak bermunculan figur baru, yang diharapkan dapat mengubah pola pikir di BUMN, sehingga menjadi lebih baik. Menurut dia, amanah harus dijaga, dan dijalankan sebaik-baiknya, agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh negara, bangsa dan masyarakat. “Banyak hal yang akan kami perbaiki di BUMN dan tidak mudah. Semua perlu waktu.” ***

 

Check Also

Sejumlah Pengusaha Muda Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes
Pemilik Grup Djarum, Hartono bersaudara kembali tercatat sebagai orang terkaya Indonesia (pada 2019) versi majalah Forbes, untuk ke-11 kalinya

EmitenNews.com – Pemilik Grup Djarum, Hartono bersaudara kembali tercatat sebagai orang terkaya Indonesia (pada 2019) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: