#
Ilustrasi pengungsi gempa Sulbar. Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan, hingga Senin (18/1/2021) pukul 14.00 WIB, tercatat 84 korban meninggal dunia akibat gempa Mamuju-Majene, Sulbar. (Dok. Voi).

Gempa Sulbar Sudah Tewaskan 84 Orang
Gempa Magnitudo 5,9 melanda Majene, Kamis (14/1/2021), dan Jumat (15/1/2021) M 6,2 mengguncang Mamuju, Sulawesi Barat. Sampai Senin ini ada 39 gempa susulan

EmitenNews.com – Korban Gempa Sulawesi Barat terus bertambah. Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan, hingga Senin (18/1/2021) pukul 14.00 WIB, tercatat 84 korban meninggal dunia akibat gempa Mamuju-Majene, Sulbar itu. Gempa Magnitudo 5,9 melanda Majene, Kamis (14/1/2021), dan Jumat (15/1/2021) M 6,2 mengguncang Mamuju. Sampai sore ini ada 39 gempa susulan.

Dalam keterangannya Senin sore, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati merinci, sebanyak 73 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan 11 orang lainnya di Kabupaten Majene. BNPB juga mendata 679 orang luka ringan serta 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Mamuju dan 64 orang luka berat di Majene.

Sebanyak 4.421 orang mengungsi di Majene dan 15.014 orang lagi di Mamuju. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus mendata dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan maupun instansi terkait proses evakuasi.

“Kondisi mutakhir saat ini jaringan listrik yang terdapat pada dua kabupaten terdampak telah berangsur normal,” tutur Raditya Jati.

Sementara itu Wati, 55, seorang warga Mamuju, Senin malam lewat telepon mengemukakan, masyarakat masih kesulitan air bersih. Bersama warga lainnya, ia sedang menunggu bantuan yang akan dikirimkan pihak pemerintah setempat. Ia melaporkan, aliran listrik sudah berangsur pulih, sehingga para warga sudah bisa mengisi daya handphone. Karena itu, ia sudah bisa berkomunikasi dengan keluarganya di luar Mamuju.

Wati sudah bisa mengabarkan kondisinya secara umum baik-baik saja, meski sempat terperosok dalam lubang di rumahnya akibat gempa M 6,2, Jumat lalu itu. Sudah jatuh ke lubang menganga itu, sebuah lemari juga menimpanya, membuat tubuhnya kini lebam-lebam. Tetapi, ia tetap bersyukur, karena tetap dapat menghirup udara segar. “Alhamdulillah masih disayang Allah, selamat dari gempa, meski badan masih terasa sakit.”

Jalur Majene-Mamuju yang sempat terputus akibat longsor juga sudah dapat dilalui. Jalur darat tersebut berada di Dusun Belalan, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Karena itu, distribusi bantuan kebutuhan pokok, dan sebagainya sudah mulai lancar lewat jalur darat.

Seperti diketahui Mamuju dilanda guncangan hebat, pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Gempa bermagnitudo 6,2 itu meluluhlantakkan banyak bangunan, antara lain kantor Gubernur Sulbar rusak berat. Begitu juga sebuah rumah sakit, dan hotel, serta bangunan lainnya. Guncangannya terasa hingga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sehari sebelumnya, Kamis, gempa M 5,9 melanda Majene, tetangga Mamuju. Sampai Senin ini, wilayah Majene dan Mamuju, masih terus dilanda rangkaian gempa susulan. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin siang, pukul 12.30 WIB (13.30 Wita), terjadi gempa ke-39, dalam lima hari berturut-turut ini, sejak Kamis lalu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, gempa yang baru saja terjadi memiliki magnitudo 4,2. Warga panik akibat guncangan ini, dan berhamburan mencari tempat yang dirasa aman. Warga masih trauma akan guncangan gempa kuat sebelumnya.

Episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 2,91 LS dan 118,99 BT. Lokasi tepatnya di darat pada jarak 27 kilometer arah Tenggara Kota Mamuju dengan kedalaman 10 kilometer. Seperti rentetan gempa sebelumnya, ini jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju-Majene dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). ***

Check Also

KB Financial Group Salurkan Donasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa Sulawesi Barat
KBFG, grup finansial terbesar di Korea Selatan, telah menyumbang sebesar Won 200 juta atau Rp2,5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa Sulbar melalui Ketua Umum PMI Jusuf Kalla

EmitenNews.com – KB Financial Group (KBFG) menunjukan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia yang terdampak bencana gempa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: