#
Ilustrasi taman Monas DKI Jakarta, di malam hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan SIKM bagi warga yang hendak masuk maupun keluar ibu kota. Kini, cara yang diklaim untuk mengendalikan aktivitas warga di DKI itu, dengan kewajiban harus mengisi formulir CLM. (Dok. Tempat Wisata Menarik).

Habis Surat Izin Keluar Masuk, Terbitlah Corona Likelihood Metric
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan SIKM bagi warga yang hendak masuk maupun keluar ibu kota. Kini, untuk mengendalikan aktivitas warga di DKI, harus mengisi formulir CLM

EmitenNews.com – Habis Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) terbitlah Corona Likelihood Metric (CLM). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan SIKM bagi warga yang hendak masuk maupun keluar ibu kota. Kini, cara yang diklaim untuk mengendalikan aktivitas warga di DKI itu, dengan kewajiban harus mengisi formulir CLM. Pengisiannya melalui aplikasi JAKI. Jika hasil reaktif atau malah positif, warga diimbau segera periksa ke rumah sakit terdekat.

Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (16/7/2020), Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pada prinsipnya yang dikendalikan adalah pergerakan orang di Ibu Kota. Di situlah letak persamaan SIKM dan CLM.

SIKM bertujuan membatasi aktivitas masyarakat yang hendak keluar masuk Jakarta selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sedangkan untuk CLM, untuk mengendalikan aktivitas masyarakat. Formulir CLM berisi penilaian pribadi terkait kondisi saat itu. Karena itu, warga diminta dengan sangat untuk jujur saat mengisi formulir.

“Ini semacam self-assessment. Warga diimbau mengisi CLM dengan sebenar-benarnya karena di sana hasil isian kita dinilai oleh sistem, kemudian diberi skor,” ucapnya.

Indikasi tersebut berdasarkan nilai yang telah ditetapkan. Bila tidak sesuai, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar rumah. Bila terindikasi terpapar, masyarakat direkomendasikan melakukan tes pemeriksaan Covid-19. Setelah mendapat hasil tes negatif, dipersilakan melakukan perjalanan. Jika positif, ada treatment tertentu, apakah karantina mandiri atau sesuai rekomendasi dokter saat dilakukan tes.

Yang perlu diingat, hasil self-assessment hanya berlaku selama 7 hari atau satu pekan. Nantinya, warga diwajibkan memperbaharui dengan mengisi ulang. Jika ditemukan gejala terpapar virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19, warga diarahkan melakukan tes lagi.

Syafrin mengatakan yang diwajibkan mengisi CLM adalah mereka berdomisili di Jakarta, maupun di luar namun hendak masuk ke ibu kota. “Kita sarankan untuk yang bersangkutan mengisi CLM, sehingga akan mendapat informasi dari awal apakah bebas melakukan perjalanan atau tidak.”

Nantinya akan dilakukan pengecekan secara random oleh pihak Pemprov DKI terkait hasil tes kalkulator Covid-19 di CLM. Hasil dari aplikasi tersebut dapat mendeteksi apakah masyarakat yang mengakses tersebut terindikasi terpapar virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, atau tidak. ***

 

Check Also

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Mulai Senin Ini
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, perpanjangan itu otomatis berlaku jika tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB transisi

EmitenNews.com – Mengantisipasi lonjakan kasus virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19), Pemerintah Provinsi DKI …

One comment

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: