#
Tito Sulistio saat masih menjabat Direktur Utama BEI, di gedung BEI, Kamis (15 Februari 2018). Foto: EN

IHSG jadi Minus, Bos BEI: Tidak Takut karena Kinerja Emiten Bagus
Faktor Uncertainty Global dan Likuiditas Tekan Pasar Saham

EmitenNews – Turun lagi hampir satu persen, Indeks harga saham gabungan (IHSG) jadi minus setengah persen secara year to date sampai hari ini (15/03). Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai faktor ketidakpastian (uncertainty) pada beberapa faktor membuat bursa saham belum beranjak dari zona merah.

Pada penutupan perdagangan hari ini IHSG turun 60,719 poin (0,951 persen) ke level 6.321,904. Dibandingkan level 6.355,654 pada penutupan akhir 2017 maka secara year to date IHSG minus 0,53 persen.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan dua pertanyaan besar baik dari dalam negeri maupun global dalam posisi penuh ketidakpastian.

Dari global, ketidakpastian tidak terlepas dari berbagai statement dan kebijakan Donald Trump di Amerika Serikat (AS). ”Kalau disimpulkan, kebijakan Trump itu tentang bagaimana dia ingin belok dari globalisasi. Salah satunya, sebanyak 100 produk China akan diblokir,” ungkapnya ditemui di kantornya, hari ini (15/03).

Di dalam negeri, faktor ketidakpastian bermuara pada pertanyaan tentang faktor likuiditas. Tito menyebut beberapa kegiatan menimbulkan pertanyaan itu antara lain Pilkada serentak, pembayaran pajak pada Maret, jelang hari raya Idul Fitri, Piala Dunia 2018, dan Asian Games di Indonesia.

”Dari situ ada kekhawatiran terkait likuiditas. Seberapa besar dana ditarik untuk semua itu. Piala Dunia juga pengaruh. Saya tanya, di Thailand setiap ada Piala Dunia, likuiditas di bursa sana berkurang 4 persen,” ulasnya.

Kekhawatiran pengurangan likuiditas di perbankan juga berpengaruh. Indikatornya bisa dilihat jika sudah banyak iklan tawaran menabung dengan bonus atau imbalan tertentu dari perbankan. ”Uncertainty ini akan bagus jika cepat menjadi satu kepastian,” imbuhnya.

Terkait dengan nilai tukar Rupiah, kata Tito, memang berpengaruh pada aksi jual investor asing. Pada perdagangan hari ini, misalnya, investor asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar Rp635,413 miliar.

”Tapi (investor) asing itu pada dasarnya selalu datang dan pergi. Yang sudah datang, melihat kurs berubah ya wajar dia pergi dulu. Tapi bagi yang masih di luar, lihat kondisi USD menguat ya dia datang karena terasa lebih murah,” terangnya.

Tito mengaku tidak terlalu khawatir dengan tren turun IHSG yang terjadi saat ini. Sebab kinerja emiten positif. ”Itu yang membedakan dengan tahun 1998. Saat itu, Rupiah turun dan kinerja emiten anjlok. Sekarang, kinerja emiten bagus,” dia meyakinkan.

Data BEI mencatat dari 80 emiten yang menguasai 60 persen nilai kapitalisasi pasar (market cap) di IHSG laba bersihnya tumbuh rata-rata 22 persen pada 2017. Sedangkan sebesar 70 emiten yang menyumbang 48 persen terhadap market cap IHSG laba bersihnya tumbuh rata-rata 24,7 persen pada 2017.

”Tidak takut kalau barang (kinerja emiten) kita bagus. Investor juga akan tahu dan menyadari itu,” yakinnya.

Check Also

Rumor Panas, Putra Bungsu Presiden Jokowi Beli Klub Bali United (BOLA)
Tetapi, karena belum ada penjelasan resmi, ada yang menduga isu ini sengaja diangkat untuk mendongkrak harga saham klub Bali United yang terdaftar di BEI dengan kode BOLA

EmitenNews.com – Rumor Kaesang Pangarep membeli klub Bali United berhembus kuat. Putra bungsu Presiden Joko …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: