#

Implementasi AI Memacu Transformasi Digital

EmitenNews.com – Perusahaan dan lembaga publik mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI) sebagai instrumen teknologi yang menyokong transformasi digital agar nantinya operasional bisnis dan pelayanan publik lebih lincah, memicu budaya inovatif, dan memperkokoh implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Perusahaan dan lembaga pelayanan publik yang menggunakan AI akan memiliki kemampuan untuk mensintesis informasi yang mengonversi data menjadi informasi dan kemudian menjadi pengetahuan, meningkatkan kapasitas untuk mempelajari berbagai permasalah bisnis dan pelayanan publik, dan kemampuan untuk mendukung berbagai keputusan dan otomasi. Dengan adanya transformasi digital, data-data penting perusahaan dan lembaga publik (data governance).

Demikian rangkuman pandangan pembicara seminar virtual (webinar) bertajuk The Age of Digital Transformation: Enabling Organizations with Artificial Intelligence During Market Transition yang digelar Indonesian Institute of Corporate Directorship (IICD), SparkCognition, dan PT Geoservices di Jakarta pada Kamis, 19 November 2020. Direktur Eksekutif IICD & IIPG, Vita Diani Satiadhi, mengemukakan saat ini adalah era disrupsi digital atau Revolusi Industri 4.0 sehingga transformasi digital sudah menjadi kebutuhan dalam menjaga kelangsungan bisnis. “IT Governance sudah menjadi motor penggerak penerapan prinsip GCG di perusahaan,” ucap Vita di Jakarta, Jum’at (20/11/2020).

Vita menambahkan IICD sebagai organisasi nirlaba yang didirikan tahun 2000 memiliki visi melakukan internalisasi praktek-praktek tata kelola perusahaan terbaik (GCG) berdasarkan standar internasional dan tema transformasi digital pada webinar kali ini sejalan dengan visi IICD tersebut dalam menggerakkan implementasi GCG secara kompetitif, efektif dan efisien.

Pada webinar ini, Prof. Eko Indrajit menyatakan Artificial Intelligence (AI) adalah suatu sistem yang terdiri dari gabungan beberapa komponen seperti Machine Learning (ML), yiatu kemampuan sistem unutk menggunakan algoritma dan model statistik untuk melakukan tugas tanpa suatu instruksi tertentu berdasarkan pola,

Training Data, yaitu data yang digunakan melatih kemampuan ML dalam menerapkan algoritma dalam pelaksanaan tugas dan komponen keterlibatan manusia dalam melatih algoritma suatu ML. AI mempunyai tujuan untuk memberdayakan manusia menuju ke tingkatan yang lebih baik. Dalam kegunaannya untuk korporasi, AI mendefinisikan data-data yang tidak terstruktur untuk bisa digunakan dalam memahami dinamika bisnis melalui real-time data, sehingga berbagai macam manfaat dapat digunakan sesuai dengan konteksnya.

AI merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 dan sudah ada kehadirannya saat ini, dimana ditunjukkan dengan adanya program Visi Besar Indonesia tahun 2045 yang melibatkan penerapan strategi nasional berbasis AI untuk berbagai macam sektor. “Seperti kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan dan mobility/smart city. Terjadinya situasi pandemi, seperti wabah Covid-19 ini telah mempercepat penggunakaan aplikasi digital, contoh e-learning,” ujar Prof. Eko.

Pengamat IT lulusan Harvard University ini mengimbau pemimpin perusahaan dan lembaga pelayanan publik untuk mengimplementasikan AI dan segera menerapkan transformasi era digital agar meningkatkan kualitas bisnis dan pelayanan serta meningkatkan produktifitas dan efisiensi biaya. “Implementasi AI adalah transformasi digital yang mengubah proses bisnis di perusahaan, sedangkan transformasi digital di pelayanan publik akan menyokong visi pemerintah menjadi negara maju Indonesia 2045,” imbuh Prof. Eko.

Amir Husain, CEO SparkCognition mengungkapkan pembelajaran praktis (best practices) penerapan (AI) selama bertahun-tahun di beberapa perusahaan terbesar di dunia adalah menggunakan AI secara strategis, mengatur perusahaan untuk menggunakan AI, cara mengatasi hambatan internal, dan cara praktis untuk menyampaikan keunggulan AI. “Memahami AI ini bukan sebagai suatu produk atau algoritma semata, tetapi sebagai ilmu pengetahuan yang merupakan suatu area pembelajaran yang menghasilkan suatu peningkatan atau kemajuan,” tutur Amir.

Dalam penerapan AI pada suatu bisnis, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah merasakan, memutuskan dan mengambil tindakan dari suatu sistem automasi. Amir menyebutkan model automasi siklus perusahaan terdapat berbagai macam, contohnya sistem evaluasi perekrutan karyawan, identifikasi pelanggan potensial untuk peningkatan pemasaran, pembuatan automasi sistem rute perjalanan udara.

Pemodelan suatu AI dapat melakukan suatu pemetaan pada alur sistem kerja untuk mengetahui model yang paling sesuai dan memberikan dampak pemasukan terbesar. Proses business modern yang berlandaskan data dapat memberikan pertumbuhan secara eksponensial karena dapat melakukan perubahan seperti proses business dapat didigitalisasi dan kompetensi penyelesain tugas menjadi bagian intrinsik dari suatu korporasi. “Proses business modern yang berlandaskan data yang baik adalah model dengan penggunaan biaya terendah, penyebaran dalam jumlah terbesar dan model yang paling banyak diterapkan. Implementasi AI merupakan perubahan besar dari suatu cara berpikir yang harus berasal dari kepemimpinan yang mampu berpikir ke depan dalam perusahaan,” tutur Amir.

Peran AI
Betty Alisjahbana, mantan CEO IBM Indonesia, menyatakan AI dapat berperan dalam memberikan dorongan pemasukan, penurunan biaya dan pengaturan risiko, khususnya dalam era transformasi digital yang perkembangannya semakin pesat karena situasi pandemi Covid-19 dan berdampak transfer data dalam jumlah besar. “Pada ekosistem digital, transformasi ini paling dirasakan pada online platforms untuk e-commerce untuk pembelian barang dan servis. Mengenai hal ini, perusahaan perlu untuk memikirkan ulang mengenai penggunaan AI untuk memanfaatkan keberadaan data secara maksimal dari sumber-sumber baru,” ungkap Betty.

Pendekatan menyeluruh perlu dilakukan terhadap keterikatan, kapabilitas AI dan pengambilan keputusan yang didukung, data driven business dan infrastruktur teknologi. Penataan ulang dan investasi keterampilan perlu dilakukan untuk penggunaan AI, seperti pengembangan ketrampilan melalui proyek, pendekatan terstruktur untuk menumbuhkan dasar keterampilan dan mengadopsi pendekatan pengembangan yang gesit untuk bisa menerapkan timbal balik yang cepat dan penyampaian awal suatu nilai pada pelanggan internal.

Lord John Browne dalam bincang virtual dengan Amir Husain di webinar ini meyakini pemanfaatan keragaman teknologi untuk mendorong kemajuan bisnis ini belum maksimal diimplementasikan. Dampak pandemi yang terjadi pada dunia bisnis salah satunya ada pada rantai pasokan, dimana krisis yang muncul menyebabkan banyak perusahaan mempercepat sistem kerja, seperti mendefinisikan ulang efisiensi dan memikirkan ulang suatu konklusi. Masa depan industri minyak dan gas bumi dalam jangka sedang sebagai contoh saat terjadi penurunan harga minyak saat awal situasi pandemi dimana tidak terdapat tempat penyimpanan minyak yang sudah diproduksi, pada akhirnya tempat penyimpanan dapat ditemukan kembali dengan adanya bantuan penyaluran informasi dari satellite imaging, processing dan algoritma. “Dalam jangka panjang, produksi minyak dan gas bumi menghasilkan karbon dioksida dan metana yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Hal ini harus diantisipasi secara hati-hati, untuk menghindari adanya fenomena alam berdampak besar seperti pandemi Covid-19,” sebut Browne. Sehingga, produksi minyak dan gas bumi yang berdampak pada perubahan iklim ini perlu dikurangi.

Panelis penanggap video wawancara Lord John Browne, yaitu Philippe Herve (VP of SparkCognition Inc. Oil & Gas Energy Sector) dan Hiroshi Kinoshita (Head of Asia Pacific SparkCognition Inc.) memberikan pandangan masing-masing mengenai pengaruh AI dalam dunia industri berdasarkan penerapan yang dilakukan oleh SparkCognition Inc. Herve menyatakan bahwa AI yang diterapkan dalam fasilitas-fasilitas industri minyak dan gas bumi tidak hanya sebagai solusi, tetapi juga merupakan sistem peringatan dini untuk menjaga suatu operasi dan sisi keamanannya. “Penerapan AI terbaik adalah dengan menerapkannya sejak sekarang, tidak perlu menunggu adanya suatu kejadian pada sistem yang sudah ada,” ujar Herve.

Kinoshita menyatakan bahwa penerapan AI tidak hanya dapat dilakukan sektor power generation, seperti pemeliharaan prediktif dan kemanan sistem cyber yang secara umum dilakukan oleh SparkCognition Inc. tetapi juga pada area lain untuk meningkatkan pemasukan dan efisiensi biaya. Solusi AI dapat diterapkan secara luas. (*)

Tentang IICD

Check Also

Menteri Keuangan Ingatkan para Youtuber agar Taat Bayar Pajak

EmitenNews.com – Para Youtuber taatlah dalam membayar pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: