#
Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Hasan Fazwi (kanan) Menerima Sertifikat Implementasi GCG Perseroan yang diserahkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI) SidhartaUtama (Tengah) disaksikan Ketua Tim Penilai PPA FEB UI, Siti Nuryanah (kiri) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jumat (4/5).

Implementasi GCG Perseroan, KPEI Catat Skor Sangat Baik dari PPA FEB UI
Tunjuk Pihak Independen Lakukan Penilaian GCG

EmitenNews – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) berhasil mencatatkan prestasi dalam penilaian penerapan praktik Good Corporate Governance (GCG). KPEI memperoleh skor 88,65, berada di level Sangat Baik.

Proses penilaian penerapan praktik GCG KPEI di tahun 2017 dilakukan secara komprehensif menggunakan bantuan pihak independen, yaitu PPA FEB UI.  Hal ini berbeda dengan proses penilaian di tahun-tahun sebelumnya, dimana KPEI melakukan penilaian mandiri (self-assessment).

Direktur Utama KPEI Hasan Fawzi menjelaskan penunjukkan pihak independen dalam proses penilaian praktik GCG diharapkan dapat meningkatkan obyektifitas dan kualitas hasil yang diperoleh.

“Kami berharap penilaian pihak independen, terutama dari lembaga akademis seperti UI,dapat memberikan gambaran sesungguhnya tentang penerapan GCG di KPEI,” ujar Hasan di Jakarta, Jumat (4/5) .

Dalam melakukan penilaian, PPA FEB UI menyusun instrument penilaian berdasarkan Association of South East Asia Nations (ASEAN) CG scorecard yang diturunkan dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) GCG principles dan best practice yang berlaku seperti Priciples for Financial Market Infrastructure (PFMI). Instrumen tersebut kemudian dimodifikasi sesuai dengan karakteristik khusus KPEI, sebagaimana mengacu pada peraturan dan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Tim Penilai PPA FEB UI, Siti Nuryanah mengatakan, penyusunan instrument penilaian untuk KPEI memang tidak bisa disamakan dengan penilaian praktik GCG pada perusahaan lainnya, seperti perusahaan terbuka maupun BUMN.

Hal ini mengingat posisi KPEI sebagai bagian dari Self-Regulation Organization (SRO), memiliki fungsi yang khusus di pasar modal Indonesia, yang tidak dimiliki perusahaan lainnya.

“Kami melakukan penilaian dengan komprehensif, dan hasil memuaskan yang diperoleh KPEI sangat patut diapresiasi,” ujar Siti Nuryanah

Keseriusan KPEI dalam melakukan penilaian praktik GCG secara objektif menjadi wujud komitmen KPEI untuk selalu meningkatkan pelayanan perusahaan kepada stakeholder. Salah satunya dengan menjadi perusahaan dengan standar penerapan tata kelola yang sangat baik.

Raih Risk Management Award Hingga Peningkatan Kualitas ISO

Di samping pencapaian di bidang GCG, pada tahun 2017, KPEI juga berhasil mendapat penghargaan di bidang Risk Management. Penghargaan tersebut diberikan oleh Markets Monthly Magazine, AI Global Media, sebuah grup media yang berpusat di Inggris, yang memberikan penghargaan “Best Risk Management Company” dalamInternational Emerging Markets Awards 2017.

Penghargaan tersebut diberikan kepada KPEI atas kinerja dan pencapaian KPEI yang memuaskan di tahun 2016. KPEI mampu menjalankan perannya sebagai lembaga kliring dan penjaminan dengan maksimal.

Melalui metode pengelolaan risiko yang dimiliki KPEI, beberapa kejadian gagal bayar oleh anggota kliring (AK) di tahun 2016 mampu ditangani KPEI dengan sangat baik. Pengelolaan risiko yang dilakukan mampu mencegah terjadinya efek sistemik kepada AK lainnya yang dapat mengganggu kelancaran transaksi pasar modal.

Selain itu, dalam rangka pemenuhan standar layanan mutu yang berkualitas, KPEI, sebagai lembaga yang telah memperoleh dan memegang Sertifikasi ISO 9001 sejak tahun 2001, berusaha untuk teru meningkatkan kualitas layanannya dengan melakukanself-assessment guna pemenuhan versi terbaru dariSertifikasi ISO 9001,yakni menjadi versi 2015.

Berdasarkan hasil Assesment dan pelaksanaan Surveillance Visit yang dilakukan pada November 2017 oleh Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) Assessor, KPEI berhasilmemperolehrekomendasiSertifikasi ISO 9001:2015.

Berbeda dengan ruang lingkup ISO versi sebelumnya, yaitu tahun 2008, yang menilai seluruh kegiatan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa dan pinjam meminjam efek, pada  ISO 9001:2015, KPEI menambahkan kegiatan kliring transaksi obligasi Negara ritel yang ditransaksikan diluar bursa melalui Electronic Trading Platform (ETP), sebagai bagian dari ruang lingkup penilaian.

Dengan di perolehnya Sertifikasi ISO tersebut, KPEI senantiasa akan menjaga dan meningkatkan layanan mutu Perusahaan agar kebutuhan dan harapan dari pemangku kepentingan khususnya pengguna jasa KPEI dapat terpenuhi denganbaik.

Sebagai bagian dari pencapaian KPEI di tahun 2017, KPEI juga berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 mengenai Information Security Management System (ISMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dengan ruanglingkup yang ditetapkan.

Sertifikasi ISO 27001:2013 tersebut dikeluarkan secara resmi oleh British Standards Institution(BSI) pada30 Maret 2017. Selanjutnya,pada tanggal 13 April 2018 lembaga yang sama merekomendasikan KPEI untuk memperoleh sertifikasi ISO 27001:2013, dengan ruang lingkup seluruh Divisi dan Unit.

Melalui penerapan SMKI secara menyeluruh, KPEI diharapkan mampu memiliki tata kelola keamanan informasi yang efektif dan efisien, sehingga dapat semakin menguatkan perannya sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) yang terpercaya dan mengikuti standar keamanan informasi yang berlaku secara internasional.

Check Also

Rumor Panas, Putra Bungsu Presiden Jokowi Beli Klub Bali United (BOLA)
Tetapi, karena belum ada penjelasan resmi, ada yang menduga isu ini sengaja diangkat untuk mendongkrak harga saham klub Bali United yang terdaftar di BEI dengan kode BOLA

EmitenNews.com – Rumor Kaesang Pangarep membeli klub Bali United berhembus kuat. Putra bungsu Presiden Joko …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: