#
Dirut BEI Inarno Djajadi (kiri) didampingi dua Direksinya, ketika jumpa wartawan di Jakarta Rabu (4/12).

Ini Kata Bos BEI Penyebab Manajer Investasi Bermasalah Dengan Produk Reksadananya

EmitenNews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara atas kasus yang menimpa beberapa manajer investasi terkait produk reksadana saham. BEI berharap, masyarakat tidak menggeneralisasi kasus tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi saat temu wartawan di Jakarta, Rabu, (4/12) Inarno menyampaikan, masyarakat perlu lebih bijak memilih manajer investasi.

Selama ini, Inarno melihat, ada manajer investasi yang menjanjikan fixed return, ada juga yang tidak menjanjikan fixed return. “Yang tidak menjanjikan itu dianggap kurang menarik dibandingkan dengan yang memberikan fixed return,” ujar Inarno.

Tapi, lanjut dia, justru manajer investasi yang menjanjikan fixed return ‘ jatuh’ paling banyak. Jadi, Inarno menegaskan, masyarakat harus memilih manajer investasi yang oke, jangan yang main-main. “Pilih yang mengikuti aturan dan punya corporate governance yang baik,” jelasnya.

Inarno menerangkan, beberapa manajer investasi memang mengakui performance dalam 1-2 tahun terakhir sedang tidak baik. Tapi, kata dia, jangan menggeneralisasi, lihat data yang ada.
Pada 10 Desember 2019 mendatang, Inarno menyampaikan, pihaknya mengundang para pelaku pasar dalam sebuah seminar. “Nanti di acara itu, kami ingin pelaku pasar menyampaikan ‘jangan khawatir’ melihat keadaan pasar modal saat ini,” tutur dia.

Belakangan ini beredar juga kabar salah satu manajer investasi yang sedang bermasalah tersebut tengah melepas aset beberapa produk reksadananya yang terkena likuidasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun Inarno membantah pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpapar pelepasan aset reksadana tersebut. Menurut Inarno, investor perlu melihat data yang ada, terutama sentimen dari dalam dan luar negeri.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menambahkan, pihaknya tidak memberikan exception apapun terkait pelepasan aset reksadana yang dilikuidasi. “Itu sesuai market conduct,” katanya.

Dia juga memaparkan, dari sisi nilai transaksi sejak 3 bulan terakhir, saham-saham yang berada dalam dereta LQ45 tetap stabil. Sementara yang menyebabkan penurunan indeks berasal dari saham-saham di luar LQ45.

Seperti diketahui, belakangan ada dua manajer investasi yang menjadi sorotan pasar yakni Narada Aset Manajemen dan Minna Padi Aset Manajemen. Narada AM terpapar masalah transaksi gagal bayar atas pembelian beberapa efek saham sebesar Rp177,78 miliar. Sementara Minna Padi AM mendapat perintah pembubaran enam produk reksadananya menyusul suspensi penjualan dua produk yang ditawarkan dengan cara melanggar ketentuan.

Check Also

OJK Beri Sanksi Pembatasan Kegiatan Visi Bersama Serantau Selama Sebulan

EmitenNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi kegiatan usaha di bidang pialang asuransi terhadap PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: