#
South Quarter, salah satu proyek prestisius Intiland di Jakarta Selatan. Foto: DILD

Intiland Development (DILD) Lanjutkan Ekspansi Kawasan Indusri di Batang

EmitenNews.com – Pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) melihat masih ada peluang yang cukup besar pada penjualan lahan industri. Hal tersebut seiring dengan rencana Pemerintah yang tengah menyiapkan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah guna menarik minat investor asing menanamkan modalnya di Tanah Air.

Atas dasar itulah, menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, Perseroan berani melanjutkan ekspansi kawasan indusri di Batang yang saat ini tengah didorong pemerintah. Nantinya diharapkan, penjualan lahan industri ini bisa bantu menopang kinerja Intiland ditengah Pandemi Covid-19.

Archied berharap, proyek kawasan industri di Batang ini rencananya akan diluncurkan pada semester kedua 2020. Pasalnya, Intiland memiliki landbank sekitar 2.000 hektare (Ha) diantaranya berlokasi di Batang yang tengah disiapkan untuk kawasan industri tersebut.

“Dalam waktu dekat, kita akan pembangunan infrastruktur di sana dan kita juga dalam tahap menawarkan ke Investor,”ujar Archied.

Selain kawasan industri Batang, Archied menjelaskan, pada semester kedua tahun ini perseroan juga bakal mengembangkan proyek eksisting di Jakarta dan Surabaya, yakni Talaga Bestari, Serenia Hills di Jakarta, dan proyek perumahan Graha Natura di Surabaya.

“Mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, kami akan cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru.”tukasnya.

Archied mengaku, industri properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Banyak konsumen dan investor properti cenderung bersikap menunggu kondisi membaik dan memilih untuk menunda dulu pembelian.

“Hampir semua developer menghadapi tantangan yang cukup berat, termasuk dampak dari pandemi Covid-19 . Meskipun daya beli pasar tetap ada, konsumen memilih untuk menunda pembelian atau investasi. Penjualan properti masih didominasi pasar end user, terutama di segmen menegah ke bawah,”ungkap Archied.

Check Also

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Kini Menghuni Lapas Anak Wanita Tangerang
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/11/2019), menghukum Sri Wahyumi empat tahun dan enam bulan penjara. Mahkamah Agung mengabulkan PK-nya menjadi dua tahun  

EmitenNews.com – Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip kini menghuni Lapas Anak Wanita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: