#
Ilustrasi kawasan DKI Jakarta. Warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) jangan keliru memahami soal Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) untuk memasuki DKI Jakarta. SIKM hanya diperlukan bagi warga di luar Jabodetabek yang akan melakukan mobilitas di Ibu Kota.(EmitenNews.com/Nasir).

Jangan Keliru ya, Warga Bodetabek tidak Perlu SIKM untuk Keluar-Masuk DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat banyak orang telah menangkap informasi keliru soal SIKM. SIKM hanya diperlukan bagi warga di luar Jabodetabek yang akan melakukan mobilitas di Ibu Kota

EmitenNews.com – Warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) jangan keliru memahami soal Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) untuk memasuki DKI Jakarta. SIKM hanya diperlukan bagi warga di luar Jabodetabek yang akan melakukan mobilitas di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat banyak orang telah menangkap informasi keliru soal SIKM.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (1/6/2020), Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTPSP), Rinaldi, menyampaikan klarifikasi mengenai salah faham penerapan SIKM itu. Informasi yang tidak benar tersebut meliputi pemahaman, warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi harus memiliki SIKM supaya bisa bepergian ke Jakarta hingga pemahaman, petugas medis perlu SIKM.

Seperti diketahui Peraturan Gubernur DKI Nomor 47 Tahun 2020 telah mengatur orang-orang yang dikecualikan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka adalah golongan pelaku usaha yang bekerja dalam 11 sektor sehingga bakal diizinkan menggunakan SIKM.

Sebanyak 11 sektor pelaku usaha itu; kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan. Lainnya, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar-utilitas publik dan industri objek vital, serta kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, SIKM juga bisa untuk orang-orang yang hendak keluar-masuk Jakarta karena ada keperluan mendesak. Misalnya, keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia. Di luar 11 sektor dan orang yang berkeperluan mendesak, pengajuan SIKM akan ditolak.

Rinaldi mengungkapkan, sejak dibuka pada dua pekan lalu, berdasarkan data terakhir, Minggu (31/5/2020), Perizinan SIKM telah diakses oleh 463.738 pengguna dengan total Permohonan mencapai 39.850 orang. Dari situ diketahui hanya 5,7 persen pemohon yang memenuhi ketentuan utama perizinan SIKM yaitu sebanyak 2.286 pemohon. ***

 

Check Also

Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah, Jumat Ini Totalnya 72.347 Penderita
Dari 1.611 kasus baru infeksi virus corona hari ini, DKI Jakarta kembali menyumbangkan jumlah penderita yang terbanyak, mengalahkan Jawa Timur, dan Jawa Barat

EmitenNews.com – Kasus infeksi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19 terus bertambah. Itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: