#
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) suplai baja dengan Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. Kolaborasi ini jadi terobosan penjualan ekspor 2019 dengan target suplai produk baja 60 ribu ton per tahun. (Dok. Akurat.co).

Jangan Khawatir PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Masih Ada
PT KS kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) suplai baja dengan Cedex Steel & Metals Pty. Ltd., 60 ribu ton per tahun

EmitenNews.com – Jangan Khawatir PT Krakatau Steel (persero) Tbk (KRAS) masih ada. BUMN baja itu kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) suplai baja dengan Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. Kolaborasi ini jadi terobosan penjualan ekspor 2019 dengan target suplai produk baja 60 ribu ton per tahun. Kerja sama KS dengan perusahaan asal Australia itu berlaku untuk dua tahun.

Dalam keterangan tertulisnya Kamis (25/7/2019), Direktur Komersial Krakatau Steel, Purwono Widodo mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan ekspor ke Australia. Itu sebagai salah satu strategi penjualan tahun ini. “Ekspor baja terus kami tingkatkan untuk menyalurkan produk baja Krakatau Steel. Apalagi pabrik HSM 2 segera beroperasi sehingga ada penambahan output HRC (Hot Rolled Coil) sebanyak 1,5 juta ton per tahun.”

Penandatanganan yang dilakukan Direktur Komersial Krakatau Steel Purwono Widodo dan General Manager Flat Rolled Products Cedex Steel & Metals Garry McInerney itu, merupakan kerja sama suplai baja oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, untuk meningkatkan penjualan produk bajanya. Kerja sama dengan perusahaan asal Australia itu berlaku untuk periode 2 tahun.

Informasi yang dikumpulkan Jumat (26/7/2019), menunjukkan, sebelumnya  Australia mengenakan bea masuk anti-dumping (BMAD) sebesar 8,6 persen-19 persen. Pengenaan BMAD atas impor produk baja Hot Rolled Plate (HRP) asal Indonesia itu, berlaku sejak 19 Desember 2013. Untungnya, pengenaan BMAD tersebut telah berakhir, 19 Desember 2018.

Seperti diketahui, Cedex Steel & Metals sudah hampir 20 tahun memasarkan produk baja dari Krakatau Steel di Australia, tetapi menggunakan merek dagang Volcano Plate. Bagusnya, produk baja Krakatau Steel itu saat ini dijual dengan menggunakan nama Krakatau Plate di Australia.

Memulai dari order 50 ton, Cedex Steel & Metals Pty. Ltd., kini memulai kembali memesan produk baja hingga 60 ribu ton per tahun. Produk baja yang disuplai Krakatau Steel dalam perjanjian kerja sama ini, antara lain, Hot Rolled Coil, Hot Rolled Sheet, dan Hot Rolled Pickled Oiled, maupun Checkered Plate.

Sebelumnya, PT Krakatau Steel (persero) Tbk menjalankan program restrukturisasi, agar kinerja perseroan dapat kembali sehat dan berdaya saing. KS diharapkan lebih efisien dan kompetitif di tengah persaingan industri baja global. Restrukturisasi perusahaan yang dijalankan meliputi restrukturisasi utang, bisnis, dan organisasi.

Kepada pers, 2 Juli 2019, Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan, perseroan melakukan penjualan aset-aset non core, perampingan organisasi, mencari mitra bisnis strategis. Lainnya, spin-off, serta pelepasan unit kerja yang semula cost center, hanya melayani induk perusahaan (KS), menjadi bagian dari pengembangan bisnis anak perusahaan sehingga bersifat profit center. Program ini disebut juga cost to profit center. ***

 

Check Also

Presiden Sepakat Naikkan Tarif Cukai Rokok 23 Persen Tahun 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen

EmitenNews.com – Hampir pasti para perokok bakal menikmati harga rokok lebih mahal. Presiden Joko Widodo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *