#
Ilustrasi Pasar Anyar Bogor. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi tidak dilanjutkan. Artinya, daerah-daerah di Jabar, kecuali Bodebek akan melaksanakan adaptasi kenormalan baru atau new normal itu. (EmitenNews.com/Nasir).

Jawa Barat Akhiri PSBB Proporsional dan Mulai Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru
Untuk wilayah Bodebek, meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi tetap mengikuti kebijakan PSBB transisi, seperti ditetapkan DKI Jakarta hingga 4 Juli 2020

EmitenNews.com – Provinsi Jawa Barat, di luar Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek), siap memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB). Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi tidak dilanjutkan. Artinya, daerah-daerah di Jabar, kecuali Bodebek akan melaksanakan adaptasi kenormalan baru atau new normal itu.

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB, sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melaksanakan AKB,” ujar Kang Emil, sapaan karib Gubernur Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/6/2020).

Sedianya, PSBB proporsional tingkat provinsi Jawa Barat itu berakhir pada hari ini, Jumat (26/6/2020). PSBB yang terakhir dilakukan tersebut, merupakan persiapan menuju era AKB atau new normal.

Keputusan menghentikan PSBB proporsional itu berdasarkan pada angka reproduksi virus yang terus bertahan di bawah 1 selama 6 minggu terakhir. Hal itu sudah sesuai petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tetapi, meski situasi, dan kondisinya sudah kenormalan baru, harus tetap waspada pada kemungkinan mewabahnya virus corona penyebab coronavirus disease 2020 atau Covid-19.

“Walau judulnya AKB tapi kewaspadaan tidak turun, tapi imprivisasi lokalisir di desa/kelurahan di skala mikro pembatasan tetap dilakukan, tapi skala Jabar dihentikan, dan dilanjutkan dengan kebijakan lokal,” kata mantan Wali Kota Bandung tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah Bodebek yang meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi akan tetap mengikuti kebijakan PSBB transisi, seperti ditetapkan DKI Jakarta hingga 4 Juli mendatang. Daerah tersebut dikhususkan, karena menjadi penyangga langsung dari Jakarta yang menjadi episentrum penyebaran virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China itu.

“Saya juga akan ke Bogor, melakukan pengecekan di rumah ibadah, pasar, terminal atau stasiun KRL Jakarta-Bogor, untuk memastikan pengetesan covid-19 terus dilanjutkan,” ujar Kang Emil.

Menurut Gubernur Ridwan Kamil, pengetesan masif akan terus dilaksanakan, khususnya di pusat perbelanjaan, seperti pasar, kemudian tempat pariwisata dan titik berangkat-kedatangan transportasi antardaerah.

“Rumah sakit juga 27 persen keterisian, dokter sudah lebih baik dan tidak stress dengan beban. Kita juga akan iringi dengan 627 ambulans yang diubah menjadi mobil COVID tes,” katanya.

Menilik masih adanya bahaya infeksi virus corona, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan penanggulangan covid-19. Semua pihak harus serius berusaha memutus mata rantai virus corona, sebelum semuanya terlmbat, dan keadaan tidak bisa diatasi. ***

 

 

Check Also

Pemerintah Kabupaten Karawang Bentuk Satgas Covid-19 di Tiap Perusahaan
Pembentukan satgas di lingkungan dunia usaha itu, merupakan kolaborasi penting antara perusahaan dan pemerintah. Tujuannya, menekan penularan virus corona

EmitenNews.com – Keren. Pemerintah Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melakukan pelatihan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: