#
Ilustrasi kawasan kumuh. Jawa Timur menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Indonesia, per Maret 2020. Di wilayah Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu, terdapat 4,42 juta jiwa atau 11,09 persen warga miskin. Berikutnya, Jawa Tengah 3,98 juta jiwa (11,41 persen), Jawa Barat 3,92 juta jiwa (7,9 persen), Sumatera Utara 1,28 juta jiwa (8,75 persen), dan Nusa Tenggar Timur (NTT) 1,15 juta jiwa atau 20,90 persen. (Dok. Bappeda Jawa Timur).

Jawa Timur jadi Provinsi dengan Persentase Penduduk Miskin Terbanyak di Indonesia
Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa, sejumlah 14,05 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah ada di Pulau Kalimantan sekitar 969.640 jiwa

EmitenNews.com – Jawa Timur menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Indonesia, per Maret 2020. Di wilayah Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu, terdapat 4,42 juta jiwa atau 11,09 persen warga miskin. Berikutnya, Jawa Tengah 3,98 juta jiwa (11,41 persen), Jawa Barat 3,92 juta jiwa (7,9 persen), Sumatera Utara 1,28 juta jiwa (8,75 persen), dan Nusa Tenggar Timur (NTT) 1,15 juta jiwa atau 20,90 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan hal tersebut dalam video conference, yang dikutip Kamis (16/7/2020).

Dalam catatan Badan Pusat Statistik, Maret 2020 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,63 juta orang dibandingkan periode September 2019. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin Indonesia tercatat 26,42 juta orang. Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa, sejumlah 14,05 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah ada di Pulau Kalimantan sebanyak 969.640 jiwa.

Berikut lima provinsi dengan jumlah dan persentase penduduk miskin terendah per Maret 2020: Kalimantan Utara (Kaltara) 51.790 jiwa atau 6,8 persen, disusul Kepulauan Bangka Belitung 68.390 jiwa (4,53 persen), Maluku Utara 86.370 jiwa (6,78 persen). Selanjutnya Kepulauan Riau 131.970 jiwa (5,92 persen), dan Kalimantan Tengah 132.940 (4,82 persen).

Sementara itu penduduk miskin di Pulau Sumatera 5,84 juta, Bali dan Nusa Tenggara 2,03 juta, Sulawesi 2 juta orang, Maluku dan Papua 1,52 juta. Dengan demikian total penduduk miskin pada Maret 2020 sekitar 26,42 juta jiwa.

Penduduk yang masuk kategori miskin adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan pada Maret 2020 adalah sebesar Rp454.650 per kapita per bulan, naik 3,2 persen jika dibandingkan dengan September 2019.

Secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2020 sebesar Rp 2,12 juta per bulan, naik 5,01 persen dibanding September 2019 yang Rp2,02 juta. Garis kemiskinan per rumah tangga adalah nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin. ***

 

Check Also

Kementerian Kesehatan jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi menjelaskan, kemungkinan pegawai Kemenkes tertular virus corona ketika berada di luar kantor, seperti di halte atau transportasi publik

EmitenNews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi klaster terbesar penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: