#

Jokowi Dorong Perusahaan Tambang dan Perkebunan Listing di Bursa Efek Indonesia

EmitenNews – Presiden Joko Widodo mendorong perusahaan yang tercatat di bursa efek diluar negeri seperti Singapore Exchange (SGX), Bursa Efek Hong Kong (HKEX) dan Bursa Efek New York (NYSE) agar listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pasalnya beberapa perusahaan pertambangan dan perkebunan yang berproduksi dan beroperasi di Indonesia namun tercatat di bursa luar.

Hal ini disampaikan presiden dalam kunjungan kerja ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sambutannya presiden meminta momentum perbaikan ekonomi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kemajuan bangsa.

Jokowi berharap dengan listingnya perusahaan yang sebagian besar bergerak disektor pertambangan dan perkebunan ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

“Perusahaan yang masih listed diluar indonesia, agar masuklah ke bursa kita. Listnya saya ada, paling saya ajak satu persatu, saya ajak ga mau maksa. Ada pertambangan dan perkebunan.  Itu akan memberikan kontribusi besar nagi negara. Berproduksinya disini kok listed di Singapura, Hongkong dan New York. Nanti saya ajak, Ga banyak tapi duitnya banyak,” ucap Jokowi di Jakarta Selasa (4/7).

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga meminta untuk tidak mencampur adukkan antara persoalan ekonomi dengan politik yang terjadi beberapa waktu lalu justru akan berdampak negatif terhadap perekonomian. Sebelumnya Indonesia berhasil mendapatkan peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat S&P.

“Sekali lagi masalah trust dan momentum ini sangat bagus, setelah lembaga pemeringkat memberikan investment grade, gunakan kepercayaan ini untuk membangun. Kita layak investment grade. Jangan campur aduk politik dengan ekonomi,” tambah Jokowi.

Kunjungan kerja Presiden ke Bursa Efek Indonesia ini dihadiri, sejumlah menteri kabinet indonesia bersatu, seperti menteri keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Disamping itu juga dihadiri pelaku pasar modal, asosiasi emiten dan sejumlah undangan.

Kehadiran Presiden Jokowi di Bursa Efek Indonesia ternyata belum mampu mengangkat IHSG pada sesi pertama perdagangan indek 5880 melemah 0,51%. Padahak, pada perdagangan Senin (3/7) kemarin IHSG mencatat rekor baru, menembus level psikologis 5900 bahkan pada sesi penutupan kedua IHSG sebesar 5910 dipapan perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Check Also

Dapat Restu, Private Placement 10 Persen Saham PT Surya Esa Perkasa (ESSA) Diambil Garibaldi Thohir DKK

EmitenNews.com- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)  pada …

%d bloggers like this: