#
Salah satu peremajaan perkebunan (replanting) kelapa sawit milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) di Kalimantan.(EmitenNews.com/Nasir).

Kabar Titik Api Karhutla di Lahan Anak Usaha, Ini Jawaban PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)

EmitenNews.com – Anak Usaha PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yakni PT Menteng Kencana Mas (MKM) yang berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau sangat peduli terhadap isu kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di sekitar Kabupaten Pulang Pisau.

PT MKM bersama aparat setempat bekerja sama untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau PT MKM secara rutin melakukan monitoring kebakaran lahan dan hutan yang berada dalam konsesi PT MKM. Hasil monitoring tersebut menunjukan bahwa tidak ditemukan adanya kebakaran lahan dan hutan di dalam konsesi PT MKM.

Menurut Bambang Ernanto, Direktur Utama PT MKM “Berdasarkan monitoring satelit memang banyak ditemukan hotspot atau titik api disekitar PT MKM. Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan khususnya di Afdeling Bravo Maliku, tidak ditemukan adanya kebakaran lahan di area konsesi PT MKM seperti yang diberitakan”.

Selain itu, diketahui pula bahwa memang terjadi kebakaran lahan namun itu berada di luar izin lokasi PT MKM, sesuai dengan SK Izin Lokasi terbaru yang dikeluarkan oleh Bupati Pulang Pisau. Kondisi di lapangan membuktikan bahwa lokasi yang terbakar tersebut merupakan lahan milik masyarakat yang berbatasan dengan konsesi PT MKM.

Meskipun titik kebakaran berada di luar konsesi PT MKM, namun perusahaan bekerjasama
dengan pihak terkait tetap berupaya membantu memadamkan kebakaran tersebut.
“Perusahaan telah berupaya memadamkan kebakaran lahan meskipun lokasinya berada di luar konsesi perusahaan. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan pada musim kemarau, PT MKM membuat pembatas (Boundries) berupa jalan sebagai sekat bakar. Selain itu, perusahaan juga memasang papan himbauan untuk tidak membakar lahan serta membuat parit yang akan digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan api” tutur Bambang.

Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa perusahaan secara rutin melakukan monitoring
hotspot dan status siaga kebakaran (fire danger rating). Indikator yang digunakan yaitu curah hujan, suhu, kelembaban dan kondisi daun. Perusahaan juga membuat peta rawan kebakaran yang diperbaharui setiap tahun menggunakan parameter hotspot, tutupan lahan serta jarak dari sungai, pemukiman, dan jalan.

Perusahaan telah menjalankan setiap aktivitas operasionalnya secara legal dan telah sesuai
dengan ketentuan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta
berkomitmen untuk terus meningkatkan penerapan praktik-praktik keberlanjutan. Perusahaan senantiasa mengelola risiko sebaik mungkin demi menjaga amanah pemangku kepentingan perseroan.

Hal tersebut kami lakukan salah satunya melalui penerapan pengelolaan
perkebunan dengan tingkat keamanan (safety) yang tinggi. Komitmen ini mencakup tidak
adanya pembakaran lahan, juga upaya-upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan
apabila areal Perusahaan sampai terdampak Karhutla, maka Perusahaan akan berupaya
maksimal dalam melakukan penanganan pemadaman.

Check Also

IHSG Dibayangi Sentimen Suku Bunga, Mainkan 8 Saham Ini

EmitenNews.com – Perdagangan pasar saham Indonesia akan dibayangi sentimen suku bunga acuan bank Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: