#
Benny Tjokrosaputro. (rompi terdakwa). (Dok. Warta Ekonomi).

Kasus Asabri, Ini Luas Tanah dan Jumlah Sertifikat Milik Bentjok Yang Disita Kejagung
Kejaksaan Agung menyita aset tanah Benny Tjokrosaputro seluas 33 hektare, terdiri atas 158 sertifikat HGB. Sebelumnya juga disita 194 hektare, sebanyak 566 bidang tanah HGB

EmitenNews.com – Pengejaran terhadap harta para tersangka megakorupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) berlanjut. Kejaksaan Agung menyita aset tanah Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, di Kecamatan Cibadak, Kalang Anyar, dan Rangkas, Kabupaten Lebak, Banten. Total aset tanah yang disita di tiga kecamatan itu seluas 33 hektare, terdiri atas 158 sertifikat HGB. Total sudah 227 hektar tanah Bentjok yang disita.

“(Kali ini) Tanah seluas 33 hektare,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya Kejaksaan Agung sudah menyita 194 hektare tanah Bentjok yang terdiri atas 566 bidang tanah HGB. Kepada pers, Rabu (10/2/2021), Direktur Jam Pidsus Febrie Adriansyah mengatakan, ratusan hektare tanah itu ada di Kecamatan Sajirah dan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. “Semuanya atas nama Benny Tjokrosaputro.”

Penyitaan dilakukan, karena aset tanah itu diduga kuat berkaitan dengan kasus megakorupsi PT Asabri. Aset itu disita untuk menutupi kerugian negara akibat korupsi di PT Asabri, yang dalam hitungan sementara sebanyak Rp23,73 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, seluruh kegiatan investasi PT Asabri pada 2012-2019 masih dalam perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, sementara ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp23,73 triliun.

Sementara itu dari tersangka kasus korupsi Asabri lainnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin berjanji terus mengejarnya. Termasuk pihak manapun yang berani menyembunyikan hasil korupsi delapan tersangka kasus Asabri itu, dipastikan bakal terus diusut tuntas.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Febrie Adriansyah, kepada wartawan di Kompleks Kejagung, Jakarta, Selasa (9/2/2021) malam, mengatakan dari tersangka Heru Hidayat saja, penyidik sudah menyita 20 kapal. Salah satunya,

kapal tanker sepanjang 2,5 kali lapangan sepakbola, milik Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra itu. Selain 20 Unit Kapal itu, Kejagung juga sita mobil Ferrari milik Heru yang diduga terkait kasus Asabri.

”Dari kasus Asabri ada 20 kapal disita, punya HH, kejar ke mana dapat. Kapalnya 1 terbesar di Indonesia, untuk angkut Liquefied Natural Gas. Nama kapalnya LNG Aquarius,” kata Febrie Adriansyah. ***

 

Check Also

Megaskandal Korupsi Asabri Rp23,73 Triliun, Kita Pertanyakan Pengawasan Auditor, Menteri Terkait Sampai OJK
Pengacara dua tersangka menilai fungsi pengawasan PT Asabri tidak dijalankan atau dijalankan tapi gagal total, atau memang ada skenario membobol Asabri secara masif dan total

EmitenNews.com – Megaskandal korupsi di tubuh PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) jelas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: