#
Irjen Pol Napoleon Bonaparte. (Dok. Republika).

Kasus Suap Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Jenderal Polisi dan Pengusaha Ditahan
Penahanan dilakukan sebagai wujud komitmen Polri untuk menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan jenderal korps Bhayangkara dalam skandal pelarian buron kasus cessie Bank Bali itu

EmitenNews.com – Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi kini mendekam di Rutan Bareskrim Polri Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri menahan kedua tersangka kasus suap dan gratifikasi penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra itu, setelah berkas perkaranya P21 alias lengkap, jenderal polisi, dan pengusaha itu siap dibawa ke Pengadilan.

Kepada pers, di Jakarta, Rabu (14/10/2020), Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Awi Setiyono mengungkapkan, penahanan kedua tersangka itu hak prerogatif penyidik. Ia belum mau bercerita banyak, karena pihak kepolisian akan menjelaskan semuanya esok, Kamis (15/10/2020).

“Saya pastikan itu adalah hak prerogatif atau dengan alasan subjektif maupun objektif penyidik, masalah para tersangka ditahan,” katanya.

Brigjen Awi menjelaskan, penyidik Tipikor Bareskrim Polri memanggil dua tersangka, Napoleon dan Tommy, Rabu pukul 11.00 WIB, dan 12.00 WIB. Keduanya sempat menjalani test swab dan selanjutnya dilakukan upaya paksa berupa penahanan.

Penahanan dilakukan sebagai wujud komitmen Polri untuk menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan jenderal korps Bhayangkara dalam skandal pelarian Djoko Tjandra, buron kasus cessie Bank Bali.

Seperti diketahui Napoleon dan Tommy, tersangka kasus suap dan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra. Penyidik juga telah menetapkan Djoko Tjandra dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai tersangka. Djoko dan Tommy disangka selaku pemberi gratifikasi. Sedangkan Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo disangka sebagai penerima gratifikasi. ***

 

Check Also

Polri Beberkan Irjen Napoleon Bonaparte Minta Rp7 Miliar Imbalan Pencabutan Red Notice Djoko Tjandra
April-Mei 2020, Tommy Sumardi menyerahkan Rp7 miliar kepada Napoleon secara bertahap. Uang tersebut diberikan dalam bentuk Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura

EmitenNews.com – Mabes Polri membeberkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte meminta Rp7 miliar sebagai imbalan pencabutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: