#

Kegiatan Usaha Dibekukan OJK, PT First Indo American Leasing (FINN) Berencana Private Placement

EmitenNews.com- PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN) emiten yang sudah mendapat warning dari BEI sebagai emiten yang berpotensi delisting dan dalam status pembekukan ijin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau private placement . Rencana PMHMETD tersebut, dilaksanakan sehuhungan dengan skema restrukturisasi Perseroan dalam bentuk new capital injection.

” Rencana penggunaan dana atas pelaksanaan PMHMETD diharapkan dapat memingkatkan kemampuan kas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja”, tutur Yoga T.Halim Corporate secretari FINN Dalam keterangan tertulis yang di muat pada laman BEI Kamis (16/7/2020)

Baca juga: Belum Tuntas Kasus di PKPU, BEI Suspensi Saham PT First Indo American Leasing (FINN)

Dijelaskan,  berdasarkan skema restrukturisasi Perseroan dalam bentuk new capital injection sebagai mana dimaksud dalam Putusan Homologasi, maka rencana pelaksanaan PMHMETD ini adalah sebagai bentuk komtmen dari pemegang saham Perseroan bersama dengan investor guna menunjang kelangsungan usaha Perseroan.

Dengan komitmen dari pemegang saham Perseroan, maka atas rencana pelaksanaan PMHMETD Inl tidak akan merubah perubahan pengendali terhadap perseroan. Hingga saat ini, berdasarkan perkiraan time table sementara, Perseroan berencana untuk mengadakan RUPS Tahunan bersamaan dengan RUPS Luar biasa dimana salah satu agendanya adalah untuk meminta persetujuan Rapat sehubungan dengan adanya rencana pelaksanaan PUT dengan HMETD ini pada akhir Agustus 2020.

Yoga menambahkan, sampai dengan saat ini, Perseroan masih tetap berada dalam status Pembekuan Kegiatan Usaha guna pemenuhan ketentuan Peraturan OJK No 35/POJK 05/2018 pasal 83, maka dapat disampaikan bahwa saat ini Perusahaan sedang merampungkan laporan keuangan tahunan yang di audit. Segera setelah laporan keuangan tersebut rampung, maka Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi untuk pemenuhan ketentuan yang dimaksud.

“Pembekuan kegiatan usaha yang dimaksud adalah larangan menjalankan kegiatan usaha bagi Perseroan.” jelasnya.

Mengacu pada Peraturan OJK No 35/POJK 05/2018 pasal 2 mengenai kegiatan usaha bagi Perusahaan Pembiayaan, maka pada intinya kegiatan usaha yang dimaksud adalah penyaluran pembiayaan baru.Sejalan dengan rencana PMHMETD yang telah dijelaskan, maka larangan untuk melakukan kegiatan usaha untuk sementara waktu tidak memberikan dampak yang Signifikan bagi Perusahaan, tutup Yoga.

Check Also

Satgas Covid-19 Mencatat Pasien Sembuh di Indonesia Kamis Ini Hampir 4 Ribu Orang
Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan tak ada tambahan kasus infeksi virus corona; Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara

EmitenNews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien positif di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: