#
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Rivan A. Purwantono. (Dok. Bisnis).

Kehadiran KB Kookmin Bank Berdampak Positif Terhadap Kinerja Bisnis PT Bank Bukopin Tbk (BBKP)
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menegaskan, kehadiran KB Kookmin sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) juga turut memperkuat pengawasan perusahaan

EmitenNews.com – Kehadiran KB Kookmin Bank berdampak positif terhadap kinerja bisnis PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Bank terbesar di Korea Selatan itu menjadi Pengendali Saham Perusahaan Bukopin, dengan penguasaan 67 persen saham perseroan. Kehadiran KB Kookmin berdampak positif terhadap kinerja bisnis Bukopin, khususnya dalam hal permodalan, perbaikan proses internal, dan pengawasan.

Dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (30/11/2020), Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menegaskan, kehadiran KB Kookmin sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) juga turut memperkuat pengawasan perusahaan. Antara lain dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Korea Financial Services Commision (FSC) secara tidak langsung.

“Seluruh pencapaian ini turut meningkatkan kepercayaan investor, nasabah, dan publik,” kata Rivan A. Purwantono.

Rivan menguraikan, per 30 September 2020, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Bukopin meningkat menjadi 16,34 persen dari 12,59 persen (y–t-d). Total ekuitas naik 17,27 persen seiring tambahan modal Rp3,9 triliun dari dua Aksi Korporasi yang dilaksanakan Bukopin dalam waktu relatif singkat, yaitu Penawaran Umum Terbatas V pada Juli 2020 dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada 2 September 2020.

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kepuasan nasabah dan masyarakat luas di tengah ketatnya persaingan dan besarnya efek pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). Upaya ini memperoleh dukungan penuh KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali.

Proses transformasi dan transparansi yang sedang dibangun KB Kookmin Bank di Bank Bukopin telah mendapatkan respons positif dari berbagai lembaga pemeringkat. Beberapa lembaga rating menaikkan peringkat kredit perusahaan, salah satunya dikarenakan kekuatan KB Kookmin Bank sebagai PSP, yang merupakan bank terbesar di Korea Selatan.

Fitch Ratings pada Oktober lalu menaikkan peringkat nasional jangka panjang Bank Bukopin sebanyak empat notch menjadi idAAA. Demikian pula dengan Pefindo yang sebelumnya turut menaikkan rating dari idA- menjadi idAA. Hal ini tak lepas dari komitmen solid dari KB Kookmin Bank untuk terus mendorong Bank Bukopin menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

Rivan menjelaskan, KB Kookmin Bank ke depan akan menerapkan pengalaman suksesnya dalam bisnis Bank Bukopin yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan, termasuk saat menghadapi situasi sulit. Salah satu kebijakan yang baru saja diterapkan adalah penyesuaian penyajian laporan keuangan Bank Bukopin per 31 September 2020 yang mengikuti standar akuntansi yang diterapkan di grup KB Kookmin Bank.

Dengan begitu untuk mempersiapkan audit laporan keuangan secara penuh periode Desember 2020, perusahaan mempersiapkan langkah penyesuaian tersebut. Di antaranya dengan telaah terbatas untuk laporan keuangan posisi September 2020.

“Hal ini yang menyebabkan kami baru dapat mengeluarkan laporan keuangan hari ini, tentunya setelah kami terus berkomunikasi dengan regulator,” kata Rivan Purwantono.

Tahun ini, industri perbankan juga sedang menghadapi tantangan akibat pandemi covid-19. Banyak nasabah perbankan mengajukan proses restrukturisasi kredit yang hingga kuartal III tahun 2020 telah mencapai Rp860 triliun. Khusus Bank Bukopin, sampai kuartal III tahun 2020, perusahaan telah merestrukturisasi kredit senilai Rp24,5 triliun, sebanyak Rp18 triliun atau 73 persen di antaranya karena terdampak covid-19.

Menyikapi perkembangan tersebut, Rivan mengungkapkan perusahaan mendapatkan kesempatan sangat baik dengan transformasi menyeluruh yang didukung dan didampingi oleh KB Kookmin Bank. Ia mengaku belajar banyak dari kesuksesan bank asal Korsel itu, dalam melakukan transformasi di KB sendiri pada tahun 2001. Ketika itu KB Koormin Bank tetap stabil melalui krisis ekonomi, sehingga berhasil menjadi bank terbesar di Korea Selatan.

“Keahlian ini yang menjadi penambah optimisme Bank Bukopin dalam melanjutkan proses tranformasi di Bukopin, meskipun tantangan pandemi terus menguji,” tambah Rivan.

Chief Strategic Officer Bank Bukopin, Ji Kyu Jang, yang turut mendampingi Rivan dalam penjelasan ke media, menambahkan, perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat fundamental bisnis. Di bidang pemasaran, misalnya, kehadiran KB Kookmin Bank sebagai PSP akan mendorong penguatan basis nasabah Bukopin, termasuk ke komunitas Korea.

Saat ini terdapat sekitar 2.000 perusahaan dan 30.000 warga Korea Selatan di Indonesia yang potensial menjadi nasabah Bukopin. Jang mengungkapkan bahwa KB telah mengalami proses yang sama sekitar dua dekade lalu. Dia optimistis kehadiran KB dapat berperan aktif dalam proses transformasi Bank Bukopin dengan turut mengembangkan sektor Ritel termasuk UMKM di Indonesia, dengan Bukopin sebagai armadanya.

Jang menguraikan, berbagai hasil transformasi di Bukopin sejauh ini sudah mulai terlihat, meskipun baru berjalan tiga bulan. Proses transformasi yang berjalan sejak Agustus lalu, secara bertahap mengubah perusahaan menjadi bank baru yang lebih baik dan transparan, sehingga dapat mencapai visi menjadi lembaga keuangan pilihan pertama di Indonesia. ***

 

Check Also

Mendagri Instruksikan Tujuh Provinsi Perpanjang PPKM
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Jawa-Bali

EmitenNews.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan tujuh wilayah provinsi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: