#
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan memangkas form Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) baik WP badan maupun orang pribadi. (Dok. Tribunnews).

Keluhan Wajib Pajak atas Rumitnya Pengisian Laporan Pajak Tahunan Segera Dijawab
Kementerian Keuangan akan memangkas form SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) baik WP badan maupun orang pribadi

EmitenNews – Keluhan wajib pajak atas rumitnya pengisian laporan pajak tahunan segera dijawab. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan memangkas form Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) baik WP badan maupun orang pribadi. Pemangkasan form mulai dilakukan saat pelaporan 2020.

Kepada pers, di Jakarta, Kamis (14/3/2019), Direktur Peraturan Perpajakan II DJP Yunirwansyah mengatakan, langkah pembaharuan itu untuk tetap menjaga antusiasme masyarakat dalam melaporkan SPT. Ia mengakui, selama ini direktoratnya mendapat banyak masukan mengenai rumitnya pengisian SPT.

Ibarat benang kusut, menurut Yunirwansyah, akan sulit dipakai untuk menjahit baju atau jas. Karena itu, jalan keluarnya, mengurai benang tersebut, dalam hal ini pihaknya merancang bentuk SPT yang sederhana, tapi bisa memasukkan  informasi untuk kebutuhan analisis dan berbagai keperluan perpajakan.

Meski merasa SPT saat ini tidak lebih rumit dibanding Negara-negara lain, Yunirwansyah mengatakan, pemangkasan form dilakukan juga demi memudahkan kerja DJP. Ia mengaku, pengisian SPT terlalu rumit dan membuat DJP kewalahan memilah data untuk keperluan analisis dan pemeriksaan. Penumpukan data ini, diibaratkan benang kusut yang perlu ditata ulang.

SPT yang lebih ringkas juga bisa membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selepas mereka mendapatkan insentif PPh final sebesar 0,5 persen. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, fasilitas PPh final sebesar 0,5 persen bagi UMKM hanya berlaku selama tiga tahun.

“Sesudah itu, pelaku UMKM nantinya harus membayar pajak dengan sistem umum, dan tentu juga harus mengisi SPT. Ini salah satu menjadi isu kita dalam merancang SPT yang lebih ringkas lagi,” katanya.

Saat ini SPT bagi WP badan memiliki satu SPT induk dengan 23 lampiran dan beberapa lampiran yang tak berstruktur. Nantinya, form SPT akan disusun menjadi satu lembar SPT induk dan lampiran yang opsional. Itu artinya, WP hanya menuliskan lampiran yang sekiranya memang dilakukan oleh mereka. Begitu pun dengan WP OP.

Jadi, SPT yang tadinya terdiri atas satu induk SPT dan lima lampiran dan lampiran tak terstruktur, diubah menjadi satu SPT induk dan lampiran opsional. SPT tetap dibagi menjadi tiga, SPT jenis 1770, jenis 1770 S, dan 1770 SS.

Saat ini, dalam pengisian SPT, ada atau tidak ada kaitannya dengan lampiran, WP wajib isi lampiran itu. Nantinya, WP akan isi lampiran yang terkait kegiatannya saja. Dengan begitu, jauh lebih mudah dari segi administrasi dan lebih sederhana. SPT baru itu diharapkan bisa dilakukan pada 2020.

Sementara itu, sampai Rabu (13/3/2019) malam, DJP mencatat pelaporan SPT PPh tahunan sebanyak 5,97 WP OP. Angka ini disebut meningkat 10,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, yang hanya 5,4 juta.

Menurut Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Kemenkeu Yon Arsal, pertumbuhan terbesar pelaporan SPT dari golongan bukan pekerja yakni 17 persen secara tahunan (year-on-year). Tahun ini ditargetkan wajib SPT 18,3 juta WP atau naik dari tahun lalu, yang 17,5 juta.

Bersamaan dengan itu semua, Direktorat Jenderal Pajak juga tengah merancang sistem pembukuan efektif bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dari situ diharapkan pembayaran pajak setiap tahun tidak membebani usaha skala kecil. ***

 

Check Also

Kabar Buruk, Sejumlah Gerai Ritel Giant di Jabodetabek Ditutup Total 28 Juli 2019. Ini Penjelasan Manajemen
Enam ritel modern Giant menjual habis barang-barangnya dengan diskon besar-besaran sampai 50 persen sebelum akhirnya ditutup total

EmitenNews.com – Ini kabar buruk. Sejumlah gerai ritel Giant di Jabodetabek ditutup 28 Juli 2019. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *