#
Kementerian Pertanian menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan dan produksi inovasi antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) atau minyak kayu putih. Antivirus yang antara lain berbentuk kalung, dan roll buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan ini, sudah dipatenkan. (Dok. Liputan6.com).

Kementerian Pertanian Gandeng PT Eagle Indo Pharma Memproduksi Antivirus Berbahan Minyak Kayu Putih
Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry: ini bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi virus corona yang tengah mewabah di Indonesia

EmitenNews.com – Kementerian Pertanian menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan dan produksi inovasi antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) atau minyak kayu putih. Antivirus yang antara lain berbentuk kalung, dan roll buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan ini, sudah dipatenkan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim produk itu dapat melawan virus corona.

Dalam keterangannya Minggu (5/7/2020), Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan, langkah ini ditujukan sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau Covid-19 yang tengah mewabah. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghargai dan mendukung karya anak bangsa.

“Para peneliti di Balitbangtan ini juga bagian dari anak bangsa, mereka berupaya keras menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsanya. Semoga hal ini mampu menjadi penemuan baik yang berguna bagi kita semua” ujarnya.

Fadjry menjelaskan, eucalyptus selama ini dikenal memiliki banyak kegunaan sebagai antivirus. Antara lain mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut. Minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gamma corona virus, dan betacoronavirus.

Penemuan tersebut disimpulkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan. Laboratorium tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosafety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitian sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona dan gamma corona.

Setelah diuji ternyata Eucalyptus sp., bisa membunuh 80-100 persen virus mulai dari avian influenza hingga virus corona. Setelah hasilnya bagus, dilanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas hasil produknya lebih bagus.

Meski begitu tidak sedikit yang meragukan, bahkan mencibir rencana Kementan itu. Terkait banyaknya keraguan terhadap antivirus ini, Fadjry mengatakan, banyak negara berlomba-lomba menemukan antivirus corona, begitupun di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga (K/L) terus mencoba mencari cara dan menemukan obat untuk mencegah serta menangani wabah virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China itu.

Fadjry Djufry memastikan, produksinya itu sudah melalui uji efektivitas di laboratorium. Jadi secara ilmiah kita bisa buktikan. Minyak eucalyptus sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah. “Sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi.”

Sebelumnya, usai menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7/2020), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan rencana Balitbangtan Kementan secara besar-besaran memproduksi inovasi antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus). Produk antivirus berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) atau minyak kayu putih itu, dapat dikemas dalam bentuk kalung, dan roll on. Produksi massal dimulai Agustus mendatang.

“Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan virus Corona sesuai hasil lab kita. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” kata Mentan SYL.

Syahrul berpromosi, jika kalung antivirus itu dipakai selama 15 menit saja, bisa membunuh 42 persen virus Corona penyebab coronavirus disease 2019 atau Covid-19. “Sudah dicoba. Bisa membunuh virus. Kalau kontak 15 menit bisa membunuh 42 persen Corona. Kalau 30 menit bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya.” ***

 

Check Also

Satgas Covid-19 Akui Angka Kematian Akibat Penularan Virus Corona di Indonesia Masih Tinggi
"Angka kematian masih relatif tinggi dari global, tetapi kita yakini kerja sama  para dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien kita harapkan bisa baik lagi," kata Doni Monardo

EmitenNews.com – Ngeri. Angka kematian akibat penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (Covid-19) di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: