#
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Gubernur DKI Anies Baswedan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Direktur Utama CMNP Tito Sulistio saat pembukaan Tol Desari di Gerbang Tol Cilandak Utama, Jakarta Selatan, Kamis (27 September 2018). Foto: EN

Kementerian PUPR: Ini Tantangan Untuk Asosiasi Emiten Indonesia dan Perusahaan Sekuritas
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendorong pasar modal lebih berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur jalan tol

EmitenNews.com – Ini tantangan untuk Asosiasi Emiten Indonesia dan perusahaan sekuritas. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pasar modal lebih berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur jalan tol. Itu bisa direalisasikan melalui pengembangan inovasi produk pembiayaan agar dapat memenuhi kebutuhan modal investor jalan tol.

“Saya berharap partisipasi dunia usaha khususnya investor dan lembaga pembiayaan, pasar modal, para analis di perusahaan sekuritas, akan dapat terus membantu tersedianya pelayanan konektivitas bagi masyarakat,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, yang diterima Rabu (2/10/2019).

Menteri Basuki berkomitmen meningkatkan iklim investasi di sektor jalan dengan memberi pelayanan investasi melalui penyederhanaan regulasi. Ia memastikan, pembangunan jalan tol dalam lima tahun ke depan terus dilanjutkan. Target pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 2019-2024,  sekitar 2.500 km akan dibangun dengan perkiraan investasi Rp250 triliun-Rp375 triliun.

Seperti diketahui, dalam pembangunannya, Pemerintah akan menggunakan pembiayaan dari investasi badan usaha maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk itu, pasar modal diharapkan dapat berperan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang dalam investasi jalan tol.

Hingga akhir tahun 2019, panjang jalan beroperasi ditargetkan sekitar 1.500 Km atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sepanjang 1.000 Km.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan pembiayaan infrastruktur di bursa berkembang signifikan. Hal itu ditunjukkan dari aktivitas 74 perusahaan sektor infrastruktur dan transportasi dari total 653 perusahaan yang tercatat di bursa saham. Bahkan, total kapitalisasi mencapai Rp865 triliun atau berkontribusi sebesar 12 persen dari total pasar di bursa saham.

Seperti apa realisasinya di lapangan baiklah kita, bagaimana pasar modal menyambut tantangan yang dilemparkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tersebut. ***

 

Check Also

Kementerian PUPR Longgarkan Beberapa Persyaratan Kepemilikan Rumah Subsidi
Lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT, uang muka kepemilikan rumah bersubsidi bagi MBR kini jadi 1 persen dari 5 persen

EmitenNews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melonggarkan persyaratan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: