#
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (dua kanan). (Dok. Rakyat Merdeka).

Kepala BNPB Belum dapat Jamin Bisa Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sedikitnya sembilan kepala daerah dinilai kurang peduli terhadap karhutla. Padahal, penanganan dan pencegahan bukan hanya urusan Pemerintah Pusat

EmitenNews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo belum dapat menjamin bisa memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia menegaskan penanganan dan pencegahan bukan hanya urusan Pemerintah Pusat. Sayangnya, sembilan kepala daerah dinilainya kurang peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

“BNPB membandingkan sembilan daerah, karena ada keluhan dari TNI dan Polri di lapangan. Sejumlah pejabat daerah kurang peduli, bahkan ada juga yang setiap undangan rapat tidak hadir,” kata Kepala BNPB Doni Monardo kepada pers, di gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Sejauh ini BNPB telah menurunkan sekitar 50 unit helikopter untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut. Namun, menurut Doni, semua itu belum dapat menjamin bisa memadamkan lahan yang terbakar. Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan masih ada area kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan yang sudah satu bulan belum dapat dipadamkan. “Ini semua pekerjaan besar bagi kita semua.”

Doni meminta agar kepala daerah peduli kepada masyarakatnya. Jenderal bintang tiga ini mengimbau agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan pembakaran lahan dengan sengaja. Perlu upaya pencegahan bencana yang melibatkan setiap kalangan. Menurutnya kerugian ekonomi akibat karhutla pada 2015 mencapai USD16,1 miliar.

“Kita tidak ingin kehabisan tenaga, uang, dan biaya karena kita belum maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, Tim Terpadu Penanggulan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah tempat. Diduga kebakaran terjadi sejak awal September, di Kecamatan Sepaku, juga di Kecamatan Waru dan terakhir di Kecamatan Penajam.

Khusus di Kecamatan Penajam, api berada di Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa. Sejumlah pihak, baik masyarakat maupun tim terpadu bekerja sama memadamkan kebakaran tersebut. Selain itu, ada pula tambahan dari TNI.

“Ada satu peleton dari Yon Zipur 17 TNI Angkatan Darat ikut membantu menangani kebakaran di Giripurwa,” kata Tohar, Sekretaris Daerah PPU dalam keterangannya, Jumat (13/9/2019).

Tim terpadu melakukan pemadaman kebakaran di area sekitar 110 hektare lahan gambut. Kebakaran di Desa Giripurwa relatif sulit dipadamkan karena ketebalan gambut. Repotnya lagi, sumber air jauh lokasinya dan sulit terjangkau kendaraan. ***

 

Check Also

Siapakah Dua Pegawai BPK yang Diam-Diam Kembalikan Rp700 Juta ke KPK
Uang terkait kasus sistem pengadaan air minum di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu, diserahkan Maret 2019

EmitenNews.com – com – Siapakah dua pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diam-diam mengembalikan uang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *