#
Papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG yang sedang mengalami koreksi. Foto/Rizki

Ketidakpastian Pasar Belum Mereda, IHSG Diprediksi Akan Alami Koreksi

EmitenNews.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan Jumat (19/2/2021) masih akan mengalami koreksi. Secara teknikal cenderung melemah dan akan meniti area support 6.145, dan resistence 6.242.

Secara teknikal IHSG break out rata-rata 20 hari dan mengarah pada pengujian support rata-rata 20 dan 50 hari berada di kasaran 6150. Indikator stochastic tekanan bearish terlihat dengan divergence indikator MACD. ”Investor bisa mencermati saham-saham macam AALI, ADRO, ASII, BMRI, ICBP, INDF, dan LSIP,” tutur Equity Technical Analyst Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Koreksi Indeks itu, efek turunan kebijakan Bank Indenesia (BI) Kamis (18/2/2021). BI merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,3-5.3 persen dari sebelumnya 4,8-5,8 persen, dan mengintervensi suku bunga 7D Repo Rate dengan memangkas 25 basis points (bps). Sejumlah faktor itu, meningkatkan kekhawatiran tentang ketidakpastian pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini.

Kondisi itu, lalu direspons pasar dengan sikap beragam. Indeks terpangkas 0,44 persen atau 27,42 poin ke level 6.200,31. Saham-saham Industri Dasar minus 2,24 persen, dan Aneka Industri anjlok 0,96 persen.

Selanjutnya, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei turun 0,19 persen, TOPIX anjlok 1 persen, HangSeng minus 1,58 persen, dan CSI300 koreksi 0,68 persen. Pelaku pasar khawatir aksi switching investor pada obligasi saat yield telah bergerak cukup tinggi. Bursa Tiongkok dibuka pascalibur imlek dengan terkoreksi.

Sementara itu, bursa Eropa mengawali perdagangan Kamis (18/2/2021) dibuka bervariasi. Indeks Eurostoxx naik 0,03 persen dan DAX surplus 0,20 persen. Sedang FTSE turun 0,19 persen dan CAC40 anjlok 0,16 persen. Sedang saham-saham pertambangan dan teknologi menjadi penahan pelemahan.

Kekhawatiran menguat menyusul imbal hasil obligasi mendekati level tertinggi sejak hari-hari awal pandemi dapat merusak trend positif ekuitas. Harga Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8 persen menjadi USD61,63 per barel. Minyak mentah Brent naik 1 persen menjadi USD64,97 per barel. Itu terjadi di tengah pasokan dan produksi minyak Amerika Serikat (AS) terganggu akibat cuaca dingin ekstrem.

Selanjutnya investor akan lebih berhati-hati dengan rentetan berita menganggu trend penguatan ekuitas global menjadi lebih berfluktuatif. Harga komoditas masih akan menjadi acuan investor seperti minyak, timah, nikel, dan batubara. (*)

Check Also

Terdorong Sentimen Global, IHSG Diramal Bergerak Melemah Pada Kisaran 6148 – 6314

EmitenNews.com- Kemarin IHSG bergerak berfluktuasi (sempat plus 21 poin ; minus 49 poin ) dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: