#
Ilustrasi sosialisasi Pilkada Serentak 2020. Hingga 20 hari penyelenggaraan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, Bawaslu menemukan pelanggaran protokol kesehatan meningkat hingga dua kali lipat. (Dok. Media Indonesia).

Kita Layak Khawatir Perhelatan Pilkada Serentak 2020 Bakal jadi Klaster Penyebaran Covid-19
"Temuan Bawaslu menunjukkan, pelanggaran protokol kesehatan pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6-15 Oktober 2020 sebanyak 375 kasus," kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin

EmitenNews.com – Kita layak khawatir perhelatan Pilkada Serentak 2020 bakal menjadi klaster penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). Lihat saja. Hingga 20 hari penyelenggaraan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, Bawaslu menemukan pelanggaran protokol kesehatan meningkat hingga dua kali lipat.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2020), mengungkapkan, peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kegiatan kampanye dengan metode tatap muka dan/atau pertemuan terbatas.

“Temuan Bawaslu menunjukkan, pelanggaran protokol kesehatan pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6-15 Oktober 2020 sebanyak 375 kasus,” kata Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin.

Angka yang dilaporkan Bawaslu tersebut bertambah 138 dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye yaitu 26 September hingga 5 Oktober lalu. Saat itu ditemukan pelanggaran prokes sebanyak 237 kasus. Ironisnya dalam kampanye Pilkada di Riau, sebanyak 23 pelanggaran, pelakunya didominasi ASN.

Peningkatan jumlah pelanggaran protokol kesehatan dibandingkan pada 10 hari kampanye pertama itu, berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas dan/atau tatap muka. Bawaslu mencatat, ada sebanyak 16.468 kegiatan kampanye pertemuan terbatas pada 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

“Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye yaitu sebanyak 9.189 kegiatan kampanye,” kata Afif.

Melihat perkembangan di lapangan, masyarakat harus lebih peduli pada bahaya yang mengintai di tengah pagebluk covid-19. Tiap individu harus lebih menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan, antara lain dengan senantiasa memakai masker, menjaga jarak aman, rajin cuci tangan, selain harus berdoa memohon perlindungan pada Allah.

Di luar itu KPU dan Bawaslu, beserta aparat keamanan harus lebih tegas lagi di lapangan untuk mencegah munculnya klaster virus corona dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ini. Tindak tegas siapapun yang melanggar, kalau ingin memutus mata rantai penularan virus yang dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu. ***

 

Check Also

Satgas Covid-19 Akui Angka Kematian Akibat Penularan Virus Corona di Indonesia Masih Tinggi
"Angka kematian masih relatif tinggi dari global, tetapi kita yakini kerja sama  para dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien kita harapkan bisa baik lagi," kata Doni Monardo

EmitenNews.com – Ngeri. Angka kematian akibat penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (Covid-19) di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: