#

Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Dorong Peningkatan Jumlah Investor di Pasar Modal

EmitenNews – Dewan Pembina Komunitas Investor Saham Pemula (ISP), Tito Sulistio menyambut baik kehadian ISP yang bisa berperan besar dalam kemajuan pasar modal ke depannya.

Salah satu kontribusinya, kata dia, para investor pemula dapat membuat laju transaksi saham kian meninggi. Sampai akhirnya bisa membantu likiduiditas di pasar modal.

“Bayangkan saat ini ada sekitar 300 ribu investor pemula. Jika bisa pengaruhi transaksi di pasar modal dengan jual dan beli dengan cepat. Jika begitu, pasar akan likuid. Ini yang membuat investor lain tertarik;” terang Tito di acara Komunitas ISP, di Jakarta, Rabu.

Tito yakin dengan adanya ISP ini jumlah investor pemula akan lebih banyak lagi, sehingga implikasi nantinya tak hanya ke pasar modal tapi juga perekonomian Indonesia.

“Mereka yang berpotensi penggerak pasar modal dan pemilik emiten. Mereka juga cikal bakal sebagai motor penggerak tak hanya pasar modal, tapi juga perekonomian,” tegasnya.

Menurutnya, pasar modal adalah ‘harta karun’ yang terpendam. Pasalnya, dalam 10 tahun ini pertumbuhan pasar modal Indonesia mencapai 350 persen.

“Itu masih yang terbesar di dunia. Jadi ini sangat positif. Investor pemula bisa memanfaatkan peluang ‘harta karun’ di pasar modal kita,” katanya.

Tito juga menyambut baik bakal digelarnya temu nasional Komunitas ISP pada 2019 nanti. Pihak ISP pun menargetkan ada 1.000 orang yang akan hadir di acara tersebut.

“Yang hadir baik dari anggota ISP maupun masyarakat umum, emiten-emiten pun akan hadir di acara ini,” tukas dia.

Selain Tito, Dewan Pembina ISP lainnya adalah Nicky Hogan, Direktur Pengembangan BEI periode 2015-2018. Dengan kehadiran mereka, menurut Ketua Nasional ISP, Frisca Devi Choirina ISP ke depannya akan semakin berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Sehingga kami kian optimistis ke depannya bisa tersebar di 100 kota seluruh Indonesia,” ucap dia.

Terkait kondisi pasar modal saat ini, kata Frisca, belakangan para investor saham yang tergabung dalam ISP berpandangan, pasar di 2019 nanti akan dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang, tahun politik 2019, dan lainnya. Sehingga investor masih akan wait and see.

“Tapi selama ekonomi dan pasar modal Indonesia masih berpotensi di masa depan, banyak investor yang terus mengakumulasi saham di portofolionya,” jelasnya.

ISP yang didirikan pada 2014 lalu, sejauh ini sudah tersebar di 40 kota di 22 provinsi di seluruh Indonesia. Mereka berkomunikasi dengan memanfaatkan teknologi dan sosial media sebagai senjata utama mereka.

Check Also

Pendapatan Turun, Laba Diamond Food Indonesia (DMND) Susut 36,9 Persen di Kuartal III-2020

EmitenNews.com – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) mencatat total pendapatan sebesar Rp4,44 triliun di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: