#
Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang merelaksasi sejumlah kegiatan perekonomian, Pemerintah Kota Bandung mulai hari ini Sabtu (27/6/2020) membolehkan pengemudi roda dua berbasis aplikasi atau jasa ojek online (ojol) mengangkut penumpang. (Dok. Bisnis Jabar).

Kota Bandung Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Ojek Online Sudah Bisa Angkut Penumpang
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terapkan AKB, merelaksasi kegiatan perekonomian di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu mulai Sabtu (27/6/2020) hingga Jumat (10/7/2020)

EmitenNews.com – Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang merelaksasi sejumlah kegiatan perekonomian, Pemerintah Kota Bandung mulai hari ini Sabtu (27/6/2020) membolehkan pengemudi roda dua berbasis aplikasi atau jasa ojek online (ojol) mengangkut penumpang. Memang, di luar Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi), seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung sudah memasuki era kenormalan baru itu, di tengah pandemi covid-19.

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (27/6/2020), Wali Kota Bandung Oded M Danial, mengungkapkan pihaknya mulai memperbolehkan ojek online mengangkut penumpang dengan syarat memenuhi protokol kesehatan. Menurut Ketua Umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung itu, pelaksanaan AKB berlaku selama dua pekan yakni mulai Sabtu (27/6/2020) hingga Jumat (10/7/2020). Setelah periode itu, AKB akan dievaluasi.

Menurut Oded pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan penyedia jasa ojol untuk membahas standarisasi protokol kesehatan di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu. Aturan serupa juga berlaku bagi para pengemudi ojek konvensional alias ojek pangkalan (opang). Ia memanggil para operator ojek online untuk membahas tentang standar kesehatan. Ojek pangkalan, kata dia, juga harus mematuhinya.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyambut baik langkah Gugus Tugas Covid-19 yang memberikan relaksasi layanan ojol. Menurut dia, sumber utama penghasilan para ojol yaitu mengantarkan penumpang. “Sangat berdampak buat mereka karena ini penghasilan sehari-hari. Ini akan sangat terasa dari asalnya pendapatan pengiriman barang itu jauh dibandingkan mengambil penumpang secara normal.”

Seperti pihak Gugus Tugas, Teddy juga meminta perusahaan penyedia jasa angkutan umum berbasis aplikasi segera menerapkan standardisasi protokol kesehatan. Ia menyebutkan, harus diperhatikan, helm yang harus dibawa oleh penumpang. Pengemudi ojol juga harus mengedukasi penumpang tentang pentingnya menjaga kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). ***

 

Check Also

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Sampai Senin Ini Capai 111.060 Orang
Tercatat empat provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi. Yaitu, DKI Jakarta (633 kasus), Jawa Timur (320 kasus), Jawa Tengah (152 kasus), dan Jawa Barat (137 kasus)

EmitenNews.com – Bertambah terus pasien positif virus corona penyebab coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: