#
Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir melayani wawancara wartawan. (Dok. Poskota News).

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek PLTU Riau-1. Mantan Dirut BRI itu, dituding menerima janji atau hadiah dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Kasus suap yang sama menimpa (mantan) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengungkapkan, SFB (Sofyan Basir) diduga menerima janji dengan mendapatkan bagian sama besar dengan jatah Eni dan Idrus Marham.

Saut tak menjelaskan berapa besaran uang suap yang diterima Sofyan Basir. Berdasarkan dakwaan jaksa KPK, Eni Saragih menerima suap Rp4,7 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Sedangkan Idrus Rp2 miliar. Jadi, bisa diduga Sofyan juga menerima jumlah uang senilai itu sesuai penuturan Saut.

Sebelumnya, Sofyan beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo. Sofyan sempat membantahnya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Eni Saragih.

“Demi Allah, (tidak pernah) Yang Mulia,” kata Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Sofyan juga membantah beberapa kali bertemu Eni Saragih membahas soal fee proyek senilai USD900 juta tersebut. Tetapi, berdasarkan fakta persidangan, seperti diungkap jaksa, Sofyan tercatat sembilan kali melakukan pertemuan baik dengan Eni Saragih maupun Johanes Kotjo, selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Uraian sembilan pertemuan itu, pertama pada 2016. Sofyan mengaku bertemu di rumah mantan Ketua DPR Setya Novanto, yang juga bekas Ketua Umum Partai Golkar. Saat itu hadir Eni Saragih dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso.

Pertemuan kedua, awal 2017, di kantor Pusat PLN saat Eni mengenalkan Johanes kepadanya. Selanjutnya, 29 Maret 2017, Juli 2017, November 2017 di Hotel Fairmont Jakarta. Terakhir, 9 Juli 2018, Eni bertemu Sofyan di House of Yuen Dining and Restaurant Fairmont Hotel. Sofyan Basir membantah, sembilan pertemuan tersebut membahas soal fee proyek PLTU Riau-1.

KPK menjerat Sofyan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 Ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Seseorang pejabat negara atau penyelenggara negara yang dikenakan Pasal 12 UU Tipikor akan dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 puluh tahun. Lalu, pidana denda paling sedikit Rp200 juta, dan paling banyak Rp1 miliar. ***

 

 

Check Also

Menteri Susi Kooperatif untuk Perlancar KPK Menggeledah Kantor Anak Buahnya
Komisi antirasuah melakukan penggeledahan di Kantor Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kamis (16/5/2019)

EmitenNews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti berjanji kooperatif bekerja sama untuk memperlancar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!