#
Ilustrasi vaksinasi. Kelompok umur lanjut usia (lansia) harus menjawab lima pertanyaan untuk lolos saringan sebelum sah sebagai penerima vaksin corona. Perlu dipahami meskipun sudah divaksinasi Covid, masih ada risiko terpapar dan tertular virus Covid-19. (Dok. Alodokter).

Lansia Mau Ikut Vaksinasi Covid-19, Jawab Dulu Lima Pertanyaan Ini
Kelompok umur lanjut usia harus lolos syarat tertentu sebelum menerima vaksin corona. Lansia dengan komorbid juga wajib membawa surat keterangan layak menerima vaksin dari dokter

EmitenNews.com – Kelompok umur lanjut usia (lansia) harus lolos syarat tertentu sebelum menerima vaksin Covid-19. Setidaknya, dipersilakan menjawab lima pertanyaan untuk lolos saringan sebelum sah sebagai penerima vaksin corona. Setelah itu masih ada syarat lainnya, terutama bagi yang memiliki penyakit kronik, atau komorbid.

“Khusus lansia memang ada lima pertanyaan tambahan untuk menilai apakah  bisa mendapat vaksin atau tidak. Kalau dari lima ada tiga jawaban ‘ya’, vaksinasi tidak bisa dilanjutkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam acara diskusi virtual di YouTube Lawan Covid-19, Senin (22/2/2021).

Ini dia lima pertanyaan dimaksud:

  1. Apakah ada kesulitan untuk menaiki 10 anak tangga?
  2. Apakah mudah merasa kelelahan?
  3. Apakah memiliki 5 dari 11 penyakit kronik atau komorbid?
  4. Apakah mengalami kendala untuk berjalan 100-200 meter?
  5. Apakah mengalami penurunan berat badan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya?

Hanya lansia yang mampu ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang dapat mendapatkan vaksinasi Covid-19. Tentu ada persyaratan kalau tidak bisa datang ke fasyankes, berarti tidak memenuhi kriteria itu.

Ada dua mekanisme vaksinasi Covid-19 pada lansia. Pertama, mendaftar secara mandiri melalui laman kemkes.go.id atau covid-19.go.id. Setelah itu, data peserta akan terdaftar di Dinkes masing-masing provinsi, sedangkan jadwal dan lokasi vaksinasi akan diberitahukan lebih lanjut melalui Dinas Kesehatan setempat.

Mekanisme kedua, ikut program vaksinasi Covid-19 dari lembaga atau organisasi yang telah mendapatkan izin dari Dinkes dan Kemenkes.

Belum selesai sampai di situ. Bagi peserta kelompok lansia dengan komorbid juga diwajibkan membawa surat keterangan layak menerima vaksin Covid-19 dari dokter yang merawat.

Yang juga perlu diperhatikan untuk semua pihak, tetap ada risiko tertular Virus Corona meski sudah menjalani satu atau dua kali penyuntikan vaksin Covid-19. Siti Nadia menunjukkan beberapa kasus nakes yang mendapat vaksinasi dosis pertama kemudian terinfeksi bahkan sampai wafat. “Itu sebagian besar terinfeksi pada rentang waktu sebelum penerimaan vaksinasi.”

Nadia juga mengakui tetap ada risiko terpapar Virus Corona meski sudah menjalani dua kali penyuntikan Covid-19. Bedanya, gejala yang didapat tidaklah parah. Jadi, perlu dipahami meskipun sudah divaksinasi Covid, masih ada risiko terpapar dan tertular virus Covid-19.

“Namun diharapkan dengan mendapat vaksinasi, tubuh kita lebih kuat terhadap paparan virus Covid, sehingga penyakit dapat dihindari. Kalaupun harus sakit, itu bukanlah sakit dengan gejala berat ataupun parah,” katanya.

Karena itu pula pemerintah meminta kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M, harus selalu diaplikasikan seluruh warga baik yang belum divaksinasi maupun yang telah menerima suntikan dosis vaksin pertama dan kedua. Ingat 3M adalah, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. ***

Check Also

Rangsang Peneliti Covid-19, Kalbe Farma (KLBF) Siapkan Rp 1,5 Miliar

EmitenNews.com – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: