#
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi kini resmi menghuni rumah tahanan KPK di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. (Dok. Kumparan).

Mantan Menpora Imam Nahrawi Resmi Menghuni Rumah Tahanan KPK di Pomdam Jaya
Politisi PKB ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi, Jumat (27/9/2019)

EmitenNews.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kini resmi menghuni rumah tahanan KPK di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. Tersangka kasus suap dana hibah KONI itu, ditahan KPK untuk 20 hari ke depan. Penahanan terjadi setelah politisi PKB itu menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka, Jumat keramat (27/9/2019).

Keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pukul 18.20 WIB, Imam Nahrawi sudah memakai rompi tahanan berwarna orange dengan tangan diborgol. Nahrawi sempat memberikan keterangan kepada wartawan sebelum masuk mobil tahanan yang membawanya ke Rutan Guntur, huniannya sementara ini.

“IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019, ditahan 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya, Guntur,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Seperti diketahui KPK menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima suap terkait dana hibah KONI. Imam diduga menerima uang suap sampai Rp26,5 miliar. Uang haram itu diduga diberikan secara bertahap sejak 2014-2018, melalui Ulum sebagai perantara suap Imam.

Penyidik KPK menduga, uang yang diterima Imam merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain

Seperti diketahui di akhir masa jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dijerat KPK. Pertengahan September lalu, penyidik komisi antirasuah menetapkannya sebagai tersangka korupsi. Atas penetapan itu, Imam Nahrawi akhirnya mundur dari kursi Menpora. Dalam pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka, KPK akhirnya menahan Imam Nahrawi pada Jumat keramat. ***

 

Check Also

Kebutuhan Anggaran Untuk Membangun Sarana Perkeretaapian di Ibu Kota Baru Rp209 Triliun
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono: Dana sebesar itu untuk membangun stasiun, KA subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik

EmitenNews.com – Kebutuhan anggaran untuk pembangunan sarana transportasi di ibu kota baru lumayan besar. Untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: