#
Foto: MBTO

Masih Rugi Rp66,9 Miliar, Martina Berto (MBTO) Optimis Pendapatan Naik 5 Persen Tahun Ini

EmitenNews.com – Perusahaan kosmetik, perawatan tubuh, dan jamu PT Martina Berto Tbk. (MBTO) optimis kinerja tahun ini mampu meraih pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian 2019 lalu.

Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil dalam siaran pers nya Senin (6/7)mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan 4,92 persen atau 5 persen secara tahunan dibandingkan dengan 2019 lalu. Perseroan tetap yakin pendapatan bisa tumbuh kendati daya beli masyarakat turun akibat pandemi Covid-19.

Bryan menambahkan, perseroan meluncurkan berbagai produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi, terutama produk herbal dan kesehatan. Beberapa produk yang dirilis antara lain produk perawatan kulit, perawatan tubuh, perawatan tangan.

“Di semester pertama kita sudah merilis seasonal hygiene product seperti hand sanitizer, hand gel dan hand wash,” ungkap Bryan.

Peresoan tahun lalu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,97 persen secara tahunan menjadi Rp537,57 miliar.

Meski sudah berhasil menekan beban penjualan dan pemasarannya hingga 24,66 persen menjadi Rp189,09 miliar, nyatanya perseroan masih terus merugi.

Pada tahun lalu, posisi rugi perseroan 41,34 persen lebih kecil dibanding kerugiannya dua tahun lalu yakni dari Rp114,13 miliar menjadi Rp66,94 miliar.

Bryan menargetkan setidaknya perseroan bisa mencapai titik impas atau break even point untuk pencapaian pos laba bersih pada tahun ini yang didorong dengan pertumbuhan volume produk dan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang jangka pendek perseroan sebesar Rp214,28 miliar.

“Mengenai restrukturisasi utang, kita sudah lakukan kepada Bank Central Asia, kemudian ada pengurangan bunga. Efisiensi juga kami lakukan dengan pengurangan karyawan kontrak dan efisiensi pembelian,” sambungnya.

Adapun, pendapatan emiten berkode saham MBTO tersebut tercatat mengalami koreksi 38,2 persen menjadi Rp87,06 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Hal ini pun membuat perseroan harus menanggung rugi bersih Rp24,24 miliar, berbanding dari posisi untung pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp854,9 juta.

Berdasarkan segmen penjualannya, baik produk kosmetik, jamu, dan lain-lain mengalami kontraksi. Pendapatan dari segmen produk kosmetik yang notabenenya menjadi penopang bisnis perseroan mengalami penurunan sebesar 34,97 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Check Also

Perintis Triniti Properti (TRIN) : Berbagai Aturan Untungkan Sektor Properti di Batam

EmitenNews.com- Berbagai macam kebijakan Pemerintah yang memicu sentimen positif sektor properti mulai dirasakan oleh berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: