#
Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink menghentikan sementara beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kertajati, Majalengka, mulai Jumat (26/7/2019). (Dok. Tribunnews).

Maskapai Berbiaya Murah, Citilink Hentikan Sementara Tiga Rute di Bandara Kertajati
Penghentian itu mengejutkan. Karena, anak usaha Garuda Indonesia ini baru membuka penerbangan via bandara Kertajati awal Juli 2019

EmitenNews.com – Kabar baru dari Bandara Kertajati. Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink menghentikan sementara beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kertajati, Majalengka, mulai Jumat (26/7/2019). Tiga rute ditutup, Denpasar-Majalengka (Kertajati) pulang pergi (pp), Palembang-Kertajati (pp), dan Medan-Kertajati (pp).

Kepada pers, Jumat, Corporate Communication Citilink, Farin, mengatakan, penutupan rute ini dilakukan setelah dievaluasi, saat ini sedang ‘low season’. Akibatnya, tingkat keterisiaan kursi (seat load factor) menjadi cukup rendah di rute-rute tersebut.

Kabar ini cukup menyedihkan. Pasalnya, anak usaha Garuda Indonesia ini baru membuka penerbangan via bandara baru itu pada awal Juli 2019, jadi belum genap sebulan. Sejauh ini, Farin belum bisa memastikan sampai kapan penghentian operasional dilakoni.

Sementara itu, Citilink masih mengoperasikan rute penerbangan Pekanbaru-Kertajati (pp) dan Surabaya-Kertajati (pp). Frekuensi penerbangan Pekanbaru-Kertajati dan Surabaya-Kertajati, masih sama dengan saat rute dibuka.

Seperti diketahui, 1 Juli 2019, seluruh penerbangan domestik dari dan ke Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung beralih ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka. Setidaknya, ada 56 penerbangan, meliputi 13 rute domestic, termasuk penerbangan oleh maskapai Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, dan Lion Air.

Pemindahan itu dilakukan, untuk menanggulangi sepinya Bandara Kerjati, sejak resmi beroperasi Mei 2018. Sepanjang tahun lalu, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Kertajati cuma 35 ribu orang. Bandingkan dengan Bandara Husein Sastranegara, rata-rata jumlah penumpang 9 ribu per hari. Bahkan, bisa 10 ribu-11 ribu pada akhir pekan.

Persoalannya, Bandara Bandung ini cuma seluas 145 hektare. Landasan pacunya pun hanya 2.250 meter. Itu pun pengelola bandara harus menebang gunung. Selain itu, di wilayah sekitar juga terdapat lapangan tembak milik TNI. Bandingkan dengan Bandara Kertajati, yang luasnya 837 ha dengan landasan pacu lebih panjang, yaitu 3 ribu meter. ***

 

Check Also

Presiden Sepakat Naikkan Tarif Cukai Rokok 23 Persen Tahun 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen

EmitenNews.com – Hampir pasti para perokok bakal menikmati harga rokok lebih mahal. Presiden Joko Widodo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *