#

MCOR Optimistis Pembiayaan Infrastruktur, KPR, dan Investasi Asal Tiongkok

EmitenNews – PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari hasil kinerja 2016. Bagian dari bank terbesar kedua di dunia asal Tiongkok, CCB Corporation, itu fokus memerkuat modal mengejar Buku 3 dan mengincar pembiayaan proyek infrastruktur serta perumahan di Indonesia.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MCOR di Jakarta, 30 Mei 2017, dari sisi keuangan hanya menyetujui penetapan penggunaan laba bersih sebesar Rp 22,179 miliar pada 2016 itu untuk dua hal. Pertama, Rp 500 juta sebagai cadangan wajib dan kedua, Rp 21,679 miliar sebagai laba ditahan dengan tujuan untuk memerkuat struktur permodalan.

Bank yang biasa disingkat CCB Indonesia itu belum bisa membagikan dividen karena fokus pada sejumlah target. ”Kami tidak membagikan dividen karena fokus ke penguatan modal. Dari sisi capital memang karena kita bagian dari CCB Corporation sebenarnya kami cukup kuat. Tapi lihat nanti kebutuhannya seperti apa,” ucap Direktur MCOR, Adri Triwitjahjo, saat Public Expose usai RUPST di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (30/05).

MCOR menargetkan bisa masuk buku 3 dari posisi saat ini ada di level bank buku 2 dengan modal inti Rp 2,3 triliun. Target kenaikan level itu setidaknya dalam waktu tiga tahun sejak 2018.

Pada 2017, MCOR menargetkan total aset sebesar Rp 19,657 triliun dibandingkan Rp 12,257 triliun pada 2016. Pinjaman (Loan) juga ditarget naik tinggi menjadi Rp 14,978 triliun dari Rp 8,230 triliun. Dana pihak ketiga ditarget menjadi Rp 15,368 triliun pada 2017 dibandingkan Rp 9,518 triliun pada 2016.

Laba kotor ditargetkan naik signifikan menjadi Rp 173 miliar pada akhir tahun ini dibandingkan Rp 79 miliar pada akhir 2016. ”Itu bentuk optimisme kita terhadap Indonesia. Kita harus ambil setiap peluang yang ada itu. Kebetulan masuknya CCB Indonesia tepat dengan kebutuhan Indonesia ke depan yaitu infrastruktur. Kita spesialisasi di pembiayaan infrastruktur,” Direktur Utama MCOR, Li Guo Fu, menjelaskan alasan di balik target positifnya itu.

Infrastruktur memang akan jadi fokus utama pembiayaan MCOR. Pihaknya sudah mendata semua rencana proyek infrastruktur di Indonesia untuk dikaji proyek mana saja yang memungkinkan dibiayai.

Fokus kedua adalah pembiayaan perumahan. Itu juga menjadi salah satu keunggulan MCOR karena di negaranya, di China, merupakan market leader pembiayaan perumahan dengan market share sebesar 54 persen.

Fokus ketiga adalah pembiayaan korporasi terutama perusahaan berbasis di Tiongkok. Sebab dari roadmap negara Tiongkok secara jangka panjang, Indonesia termasuk dalam ring utama tujuan investasi global. ”Itu lah maka banyak perusahaan China investasi di sini dan kami siap layani untuk kebutuhan investasinya,” Li menerangkan.

Dengan berbagai pertimbangan itu maka pertumbuhan pembiayaan MCOR diprediksi akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendanaan (funding)nya. ”Tahun ini untuk infrastruktur porsi pembiayaannya kita targetkan antara 20 persen sampai 25 persen dari total pembiayaan,” imbuhnya.

 

 

Check Also

Menteri Keuangan Ingatkan para Youtuber agar Taat Bayar Pajak

EmitenNews.com – Para Youtuber taatlah dalam membayar pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: