#
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Dok. Sipayo.com).

Menhub Ancam Jatuhkan Penalti bagi Maskapai yang Belum Turunkan Harga Tiket
Kementerian Perhubungan minta pihak maskapai ada tiketnya yang dijual lebih murah, misalnya sampai 35 persen dari batas atas

EmitenNews.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengancam menggunakan kewenangannya, menjatuhkan penalti bagi maskapai yang belum menurunkan tarif. Meski sudah mengeluarkan aturan baru, awal April ini, harga tiket pesawat masih mahal. Para pengusaha pun mengeluhkannya, karena tak kondusif bagi iklim berusaha, selain merugikan daerah.

“Lihat saja nanti saya tetapkan. Kan undang-undang memberikan kewenangan kepada saya. Saya maunya enggak memberlakukan itu. Tapi kalau terpaksa, ya kita berlakukan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Sejauh ini, Menhub mengaku memberikan kebebasan kepada pihak maskapai, dengan catatan mengikuti peraturan pemerintah. Karena itu, ia membiarkan mereka mengambil kebijakan tarif, sehingga tidak mau memberlakukan penalti kepada maskapai, seperti dilakukan selama ini.

“Saya sudah sampaikan kepada maskapai, yang namanya tarif tidak sekena hati ditetapkan, mentang-mentang ada batas bawah, batas atas, diratain semua batas atas. Pada dasarnya, masyarakat ada yang mampu dengan batas atas, tapi ada juga yang enggak,” kata Budi.

Karena itu, Kemenhub meminta pihak maskapai menyediakan bagian seat yang dijual dengan harga lebih murah. Misalnya, 35 persen, 60 persen, 70 persen dari batas atas, tidak semua 100 persen. Sejauh ini, Budi telah mengevaluasi beberapa maskapai seperti Garuda Group dan Lion Group. Terlihat, kedua maskapai ini telah menurunkan harga meskipun masih 50 persen ke atas.

Evaluasi Kementerian Perhubungan soal tarif tiket pesawat, sudah ada. Dari situ, Budi Karya melihat, Garuda Group dan Lion Group sudah menurunkan harga, walaupun ditetapkan sampai Mei 2019. Intinya, sudah lebih baik, ada penurunan harga sampai 50 persen, daripada masih 100 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih memastikan, sudah ada penurunan harga tiket pesawat, meski dia mengakui belum bisa memastikan rata-rata penurunannya. Meskipun tidak semua maskapai menurunkan mendekati batas bawah, tapi kata dia, ada beberapa yang telah mendekati batas bawah. Jajarannya sedang mengecek di lapangan.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center Ajib Hamdani, di Jakarta, Kamis (4/4/2019), menyayangkan harga tiket pesawat yang masih mahal. Kondisi itu, kata dia, jelas membebani pelaku usaha untuk berbisnis. Tingginya harga tiket itu, membuat ongkos ekonomi menjadi lebih mahal. Jika itu tak segera ditangani, tidak bagus buat bisnis.

Dengan semangat itu, Hipmi meminta pemerintah mengatur persoalan tarif sehingga harga tiket pesawat tetap terjangkau dan tidak menambah beban ekonomi. Harga tiket pesawat yang mahal, dipastikan akan berdampak langsung kepada daerah. Karena kunjungan ke daerah akan berkurang, termasuk dari pengusaha, sehingga investasi, dan bisnis tidak lancar. ***

 

Check Also

BKN Buka Penerimaan CPNS Setelah Presiden-Wapres 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin Dilantik
Kuota calon Aparatur Sipil Negara untuk 2019 sebanyak 100 ribu orang, dan pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja 75 ribu orang

EmitenNews.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *