#
Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki. (Dok. Media Indonesia).

Menteri Teten Catat Rendahnya Realisasi KUR Akibat Terkendala Regulasi
"Dalam implementasi KUR sedikit tersendat. Hal ini karena regulasi menghindari moral hazard seperti pengalaman BLBI," ujar Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki

EmitenNews.com – Rendahnya tingkat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) akibat terkendala regulasi di tingkat pelaksana teknis. Regulasi ini disusun untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya moral hazard dalam program KUR. Dengan begitu skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) saat krisis melanda Tanah Air pada periode 1997-1998, tidak kembali terulang.

“Dalam implementasi KUR sedikit tersendat. Hal ini karena regulasi menghindari moral hazard seperti pengalaman BLBI,” ujar Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki dalam webinar via Zoom, Selasa (30/6/2020).

Menteri Teten Masduki mengaku kini tengah fokus meningkatkan penyaluran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat. Di antaranya menggelar koordinasi dengan perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait percepatan penyaluran program untuk pemberdayaan pelaku usaha UMKM ini.

Mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air kesulitan mengakses manfaat KUR, sehingga kelangsungan bisnis terancam setelah mengalami gagal bayar karena permintaan turun.

Penyaluran KUR dalam waktu dekat sangat diperlukan untuk menyelamatkan sektor UMKM dari risiko kebangkrutan. Hal ini juga dalam rangka upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak buruk pandemi Covid-19.

“Salah satu problem UMKM, itu akses pembiayaan. Jadi kita dorong kemudahan mengakses pembiayaan,” ujar Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki.

Sebelumnya, dalam diskusi virtual via Facebook, Selasa (23/6/2020), Menkop UKM Teten Masduki mengusulkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Usulan ini disampaikan karena realisasi penyaluran KUR sampai Maret 2020 baru mencapai Rp54,03 triliun atau 28,44 persen dari target pemerintah tahun ini sebesar Rp190 triliun.

“Lewat KSP akan menjadi alternatif untuk penyaluran KUR. Kita terus usulkan supaya KUR ini bisa lewat KSP,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tengah fokus dalam penerapan digitalisasi di tubuh KSP. Sebab, digitalisasi bakal mempermudah penyaluran KUR terhadap pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19.

Digitalisasi juga dapat mendorong KSP lebih transparan dalam menjalankan usahanya. Serta siap melakukan pembiayaan dana bergulir yang lebih terjangkau dan efektif ke sejumlah UMKM lewat manajerial lebih rapi dengan digitalisasi. ***

 

Check Also

Menteri BUMN Percayakan Kendali PT Pelindo III di Tangan Saefudin Noer
Menteri BUMN Erick Thohir juga mengganti posisi Joko Noerhudha sebagai  Direktur Teknik, dan mengangkat Boy Robyanto. Edi Priyanto mengisi posisi Direktur SDM Pelindo III menggantikan Toto Heli Yanto

EmitenNews.com – Saefudin Noer kini memegang kendali PT Pelindo III (Persero). Menteri Badan Usaha Milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: