#
Salah satu tol dikelola PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Foto: META

META Belum Dapat Kepastian MPTI Terkait Haknya pada Rencana Right Issue
Butuh Dana Rp2,25 Triliun Garap Tol di Makassar oleh PT Bosowa Marga Nusantara

EmitenNews – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengaku belum mendapat kepastian dari Metro Pasific Tollways Indonesia (MPTI) selaku pemegang saham utama atas rencana penawaran umum terbatas (PUT) II dalam rangka penerbitan saham baru. Melalui aksi korporasi biasa disebut right issue itu perseroan butuh dana lebih dari Rp2 triliun modal membangun tol di Makassar melalui PT Bosowa Marga Nusantara (BMN).

Belum adanya kepastian pemegang saham utama apakah mengeksekusi atau tidak haknya dalam rangka right issue META disampaikan menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (15/03).

”Pada saat ini perseroan sedang menunggu kepastian dari pemegang saham utama untuk menyatakan apakah akan melaksanakan atau tidak HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang dimilikinya,” Corporate Secretary META, Dahlia Evawani, menyebutkan.

META juga meralat perbedaan tanggal rencana periode perdagangan HMETD karena terdapat dua versi pada pengumuman berbeda. Perkiraan jadwal sebenarnya adalah pada 13 April sampai 19 April 2018.

Dahlia mengungkapkan saat ini jumlah perolehan dana dan harga pelaksanaan HMETD META masih dalam proses finalisasi.

Yang pasti, menurutnya, sekitar 60 persen hasilnya kelak akan digunakan sebagai setoran modal ke dalam PT Margautama Nusantara (MUN) yang 74,98 persen sahamnya dimiliki META.

Selanjutnya, dana tersebut disetorkan lagi ke BMN yang merupakan entitas anak MUN dengan kepemilikan 98,53 persen. Tujuannya untuk membiayai proyek jalan tol di Makassar.

BMN akan mulai melaksanakan konstruksi di lapangan dan peletakan batu pertama pada April 2018. ”Perseroan merencanakan untuk menyelesaikan pelaksanaan proyek jalan tol di Makassar ini pada Maret 2020,” tekadnya.

Total dana dibutuhkan untuk proyek jalan tol di Makassar itu sebesar sekitar Rp2,25 triliun. Setelah beroperasi nanti, proyek jalan tol Ujung Pandang seksi 3 (jalan layang tol Pettarani) diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp230,4 miliar pada 2020. ”Dengan adanya pendapatan tersebut, dan dengan mengingat laporan keuangan BMN dan MUN dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan maka pendapatan diproyeksikan akan meningkat,” yakinnya.

Hasil penilaian saat ini BMN memberikan kontribusi pendapatan sebesar 52,51 persen kepada MUN dan MUN memberikan 56,06 persen kontribusi pendapatan kepada META.

 

Check Also

KB Bukopin (BBKP) Bayar Bunga Obligasi Rp38,63 Miliar

EmitenNews.com- PT KB Bukopin Tbk (BBKP) menyampaikan pihaknya telah melakukan pembayaran bunga ke-16 Obligasi Subordinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: