13 Negara Siap Ramaikan Garut International Kite Festival, Ada Swiss
:
0
Ilustrasi Garut International Kite Festival (GIKF) yang dijadwalkan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu, di kawasan Agro Wisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dok. Koran GALA.
EmitenNews.com - Garut, Jawa Barat sedang mempersiapkan perhelatan akbar bertajuk Festival Layang-Layang Internasional 2026. Garut International Kite Festival (GIKF) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu, diselenggarakan di kawasan Agro Wisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan.
Festival internasional ini bakal diramaikan oleh peserta dari 13 negara, serta berbagai daerah di Indonesia, yang menampilkan aneka bentuk dan ukuran layang-layang unik dengan latar belakang pemandangan pegunungan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan peserta festival layang-layang dari 13 negara, termasuk Indonesia, siap memeriahkan acara yang akan diselenggarakan di Tepas Papandayan, daerah pegunungan di Kecamatan Cisurupan, Garut.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengemukakan hal tersebut kepada wartawan, di Garut, Selasa (16/6/2026). Ia memastikan sudah ada peserta dari 13 negara, yang terdaftar sejak Senin (15/6/2026).
Garut International Kite Festival itu tidak hanya dihadiri peserta dari mancanegara, tapi juga peserta dari sejumlah daerah dalam negeri. Di antaranya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Peserta dari Tanah Air itu, akan bertanding dengan selain peserta dari Indonesia, ada dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia.
Garut jadi Daya Tarik Tersendiri bagi Pelayang Internasional
Pemkab Garut, siap mendukung terselenggaranya festival layang-layang tersebut karena akan mendatangkan banyak wisatawan ke Garut. Terpilihnya Garut ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelayang internasional.
Selama ini kegiatan tersebut diselenggarakan di wilayah pantai, namun di Garut, nantinya akan digelar di pegunungan yang memiliki daya tarik tersendiri.
Untuk menunjang destinasi festival tersebut dipersiapkan insfrastrukturnya, terutama perbaikan akses jalan. Beni menyatakan, pengerjaan infrastruktur jalan sudah dalam tahapan penyelesaian.
Related News
Spanyol Ditahan Debutan Piala Dunia, Trader Polymarket Tekor USD1 Juta
Sepatu Pink Mewarnai Laga Piala Dunia 2026, Trend Apa Ini?
Tak Cuma Elon Musk, Ini Mereka yang Menikmati Debut Saham SpaxeX
Raup Dividen Rp45,51 Miliar, Ini Sebaran Portofolio Lo Kheng Hong Mei
Menanti Kiprah Kastaneer di Piala Dunia, Sempat Juara Bersama Persib
Wisata ke Kota Tua Jakarta, Manfaatkan Kemudahan Transportasi Umum





