43 Korporasi Antre, Pefindo Kantongi Mandat Obligasi Rp50,81 Triliun
:
0
Ilustrasi pemodal tengah mengunjungi kantor Pefindo. Foto: Pefindo.
EmitenNews.com - Pasar surat utang korporasi diproyeksi masih ramai di semester II/2026. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat sudah mengantongi mandat pemeringkatan obligasi senilai Rp50,81 triliun dari 43 perusahaan per 30 Juni 2026.
Direktur Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo dalam paparannya Rabu (8/7/2026), dari total mandat tersebut, porsi terbesar berasal dari rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan atau EBUS senilai Rp28 triliun.
"Produk berkelanjutan ini memang menarik bagi penerbit karena lebih fleksibel untuk diterbitkan. Dan angka ini masih bisa bertambah, karena ini posisi per 30 Juni. Masih ada potensi mandat baru masuk di semester II dan terealisasi tahun ini juga," ujar Hendro dalam Media Forum Pefindo.
Pembiayaan dan Tambang Paling Dominan
Hendro merinci, 43 korporasi yang sudah memberi mandat berasal dari berbagai sektor. Yang paling dominan adalah sektor pembiayaan, pertambangan, perbankan, perusahaan induk, hingga entitas terkait pemerintah.
Jika dilihat dari struktur kepemilikan, korporasi swasta masih menjadi motor utama. Perusahaan di luar pelat merah memiliki rencana penerbitan senilai Rp36,65 triliun. Sementara perusahaan dari Grup BUMN atau BUMD mencatatkan rencana penerbitan Rp14,16 triliun.
"Jadi memang swasta masih lebih besar porsinya. Tapi BUMN/BUMD juga tetap aktif, terutama untuk kebutuhan pembiayaan proyek dan refinancing," jelas Hendro.
Pefindo cukup optimistis penerbitan surat utang di paruh kedua 2026 akan berjalan solid. Salah satu penopangnya adalah adanya "tembok" obligasi jatuh tempo yang cukup besar yakni, mencapai Rp107,51 triliun.
Selain itu, dari sisi permintaan investor juga dinilai masih kuat.
"Investor juga masih butuh produk untuk parkir dana pengganti investasi yang sudah jatuh tempo. Jadi dari sisi demand kami rasa masih kuat," tambah Hendro.
Related News
Perusahaan Mau IPO di BEI Bertambah Jadi Sembilan, 2 Calon Baru Masuk
Masih Panjang Jalan Aset Kripto jadi Cadangan Devisa, OJK Urutkan Ini
BEI Makin Getol Sikat Saham HSC, Kini Sasar Emiten Kapitalisasi Rp5T
Sumber Dana Terbatas, OJK Urai 8 Usaha Modal Ventura Belum Penuhi Ini
BEI Perketat Aturan HSC, Saham Rp5T Mulai Kena Pantau
Revisi Terbaru Peraturan Pencatatan Saham dan IPO di BEI, Ini Poinnya!





