Abaikan Wall Street, Nyala IHSG Belum Pudar
:
0
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah tipis. Kekhawatiran investor terhadap pelebaran defisit anggaran belanja pemerintah memicu kenaikan imbal hasil obligasi masih menjadi faktor utama. DPR Amerika Serikat (AS) telah menyetujui rancangan anggaran belanja pemerintah.
Di mana, dalam rancangan itu, mencakup penerimaan pajak lebih rendah, dan kenaikan belanja militer. Setelah disetujui DPR rancangan anggaran belanja tersebut akan dimintakan persetujuan dari Senat. Secara umum anggaran belanja itu, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, dan berdampak negatif jangka panjang karena menambah defisit.
Koreksi lanjutan indeks bursa Wall Street, dan harga mayoritas komoditas turun diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Aksi beli investor asing berlanjut, dan aksi korporasi emiten berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 23 Mei 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 7.115-7.060, dan resistance 7.220-7.270. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyodorkan sejumlah saham laik koleksi. Yaitu, UNVR, TLKM, MAPA, PTBA, INTP, dan RAJA. (*)
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





