EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah, anjlok 0,46 persen ke level 8.951,01 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 23 Januari 2026. Indeks komposit melanjutkan koreksi hari sebelumnya sebesar 0,20 persen ke level 8.992,18.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 8.837 hingga 9.039. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham stagnan.

Mayoritas indeks sektoral terperosok dan menjadi pemberat utama IHSG. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor transportasi yang anjlok 2,29 persen, disusul sektor barang konsumer non primer turun 2,25 persen dan perindustrian melemah 1,53 persen. Sektor energi terkoreksi 0,96 persen, properti dan real estat turun 0,70 persen, teknologi melemah 0,60 persen, keuangan turun 0,45 persen, serta barang konsumer primer terkikis 0,19 persen.

Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor kesehatan yang menguat 0,64 persen dan infrastruktur naik tipis 0,17 persen. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan dari sembilan sektor lainnya.

Dari sisi aktivitas, total volume perdagangan mencapai 64,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp32,04 triliun dan frekuensi transaksi 3,32 juta kali.

Saham-saham teraktif diperdagangkan antara lain BUMI dengan frekuensi 240.506 kali senilai Rp3,39 triliun, disusul LPKR sebanyak 131.529 kali senilai Rp666 miliar, dan PTRO dengan 95.321 kali transaksi senilai Rp2,5 triliun.

Di jajaran top gainers, saham DCII melonjak Rp4.025 menjadi Rp219.775, MORA naik Rp1.100 ke level Rp14.075, dan ARKO menguat Rp1.075 menjadi Rp11.825 per saham.

Sementara itu, tekanan jual menyeret saham PTRO turun Rp1.600 ke Rp9.175, PGUN melemah Rp1.525 menjadi Rp12.200, dan DSSA terkoreksi Rp1.200 ke level Rp104.500 per saham.