Aksi Investor Asing Berlanjut, IHSG Berbalik Rebound
:
0
Petugas kebersihan mengelap layar lebar yang menampilkan pergerakan IHSG di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah tipis. Koreksi tajam saham Nvidia 6,38 persen pasca-rilis kinerja kuartal II-2024 menjadi katalis negatif. Kondisi itu, kemudian menekan indeks S&P500, dan Nasdaq.
Sementara itu, klaim pengangguran mingguan lebih rendah dari periode sebelumnya 231 ribu dari 233 ribu, dan direvisi lonjakan pertumbuhan ekonomi Amerika kuartal kedua 2024 3 persen qoq vs sebelumnya 2,8 persen berhasil menjadi katalis positif pasar.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan beberapa harga komoditas, dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. IHSG akan berayun dengan kisaran support 7.580-7.530, dan resistance 7.675-7.725.
Selanjutnya, sejumlah saham laik koleksi antara lain sebagai berikut. Bank BRI (BBRI), Amman Mineral (AMMN), Mayora Indah (MYOR), Astra Otoparts (AUTO), Astra International (ASII), dan Telkom Indonesia (TLKM). (*)
Related News
IHSG Sesi I (22/4) Melorot Tipis 0,2 Persen ke 7.544
Kenaikan Harga Bahan Baku Berbasis Energi Tekan Industri TPT
Bersamaan Stop Impor Solar, 1 Juli Biodiesel B50 Digunakan Nasional
IHSG Dibuka Melemah ke 7.528, Tertekan Sentimen MSCI & Saham Big Caps
Wall Street Anjlok, IHSG Potensial Rebound
IHSG Melemah, Asing Jual BBRI, BUMI, hingga BRMS





