EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah. Nasdaq tertekan oleh koreksi saham Micron Technology 3,9 persen. Itu terjadi dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi persaingan dari China CXMT setelah perusahaan sukses mengembangkan struktur Chip baru.

Di sisi lain, Dow Jones berhasil ditutup menguat ditopang lonjakan saham Salesforce 2,09 persen setelah rekomendasi dinaikan dua kali oleh Bank of America. Harga minyak mentah kembali menguat (WTI 2,06 persen, Brent 1,84 persen) usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan energi dengan Rusia.

Namun, itu tidak berlangsung lama karena telah dilanggar oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump juga mempertimbangkan akan bergabung dengan Arab Saudi untuk memerangi Houthi di Yemen setelah melakukan serangan mematikan ke bandara international Riyadh.

Perosotan mayoritas indeks bursa Wall Street, banyaknya rumor beredar di pasar menjelang pengumuman status pasar Indonesia diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas energi, beberapa mineral logam, dan aksi jual investor asing reda berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.840-5.745, dan resistance 6.030-6.130. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham  Indofood CBP (ICBP), Japfa (JPFA), Indocement (INTP), Semen Indonesia (SMGR), Erajaya (ERAA), dan Medco (MEDC). (*)